Tantangan Pengelolaan Belanja Publik demi Atasi Ketimpangan

Sabtu, 13 Mei 2017 - 02:13 WIB
Tantangan Pengelolaan...
Tantangan Pengelolaan Belanja Publik demi Atasi Ketimpangan
A A A
JAKARTA - Lebih dari 100 pejabat keuangan publik dari 13 negara Asia berkumpul di Bali, Indonesia, dalam Konferensi Pleno ke-7 Jaringan Manajemen Pengeluaran Publik di Asia (Public Expenditure Management Network in Asia atau PEMNA) untuk membahas tantangan dalam mencapai hasil kinerja yang lebih baik melalui perbaikan belanja layanan pendidikan.

Contohnya, meningkatkan capaian pendidikan di negara tuan rumah Indonesia tetap menjadi tantangan, terlepas dari alokasi APBN sebesar 20% untuk pendidikan. Mereka berbagi pengalaman tentang cara melakukan belanja yang lebih di bidang pendidikan bisa membantu negara-negara mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

"Pendidikan merupakan investasi bagi setiap bangsa. Bagi setiap pemerintah, memberikan manfaat yang sepadan untuk uang yang dikeluarkan dalam layanan pendidikan selalu menjadi aspek penting dari tantangan pengelolaan belanja publik," kata Direktur Pengelolaan Kas Negara di Kementerian Keuangan RI Rudy Widodo, dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Di banyak negara, pemerintah daerah sekarang bertanggungjawab menyelengarakan pendidikan, membuat semakin pentingnya untuk memastikan bahwa satuan kerja pemerintah daerah bisa mengelola anggaran dan melacak pengeluaran serta capaian yang tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan.

Topik yang ditekankan dalam konferensi yang bertema Pengeluaran Publik untuk Pendidikan, Peningkatan Sumber Daya Manusia dalam Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan, berkisar dari mengintegrasikan tinjauan kajian belanja ke dalam proses penganggaran dana pendidikan.

Hingga menilai keefektifan alokasi anggaran yang pro-masyarakat miskin dalam menangani kemiskinan dan ketimpangan. Peserta menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengalaman masing-masing.

"Kami ingin mempelajari tantangan apa yang dihadapi cara mengatasinya oleh negara anggota lain dalam proses pelaksanaan reformasi mereka, sehingga kami tidak perlu mengalami hal yang sama dalam upaya implementasi kami," kata Asisten Sekretaris di Departemen Filipina Anggaran dan Manajemen Amelita Castillo.

Sebagai sebuah jaringan yang mendukung proses saling belajar, para praktisi keuangan publik jaringan ini yang berasal dari Asia Timur dan Pasifik, PEMNA menjadi forum penting untuk berbagi pengetahuan, dan menjadikan konferensi tahunannya sebagai tempat berkumpul anggota dua komunitas praktiknya, yaitu Anggaran dan Bendahara, untuk membahas berbagai pilihan kebijakan untuk melakukan reformasi manajemen keuangan publik.

Miki Matsuura selaku Spesialis Sektor Publik dari Bank Dunia mengatakan, secara peer-to-peer learning, langkah ini semakin diakui sebagai cara yang efektif dan inspiratif untuk meningkatkan kapasitas.

"Dalam kurun waktu yang singkat, PEMNA telah berkembang menjadi platform dimana para pejabat bisa secara terbuka membicarakan keberhasilan dan tantangan mereka terkait reformasi manajemen keuangan publik. Membangun kesuksesan hingga saat ini, PEMNA berusaha untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan negara-negara di wilayah lain,” katanya

Sejak 2012, Korea Institute of Public Finance (KIPF) berfungsi sebagai Sekretariat PEMNA. John Kim, selaku Kepala Sekretariat PEMNA mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada para anggota dan mitra bahwa mereka telah menanggapi dengan sukarela dan antusias dalam melangkah maju untuk memberi momentum dan kepemimpinan dalam tugas bersama untuk mengembangkan PEMNA ke dalam kesuksesannya sekarang.

"Ini juga penting bagi keberhasilan PEMNA sebagai platform terbuka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, adalah menjadi kontribusi keuangan dan dukungan dari pemerintah Korea," katanya.

Direktur Jenderal di Divisi Manajemen Kinerja Fiskal Kementerian Strategi dan Keuangan Korea Byong Yol Woo mengatakan, Korea telah lulus dari status negara berpendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi.

"Kami telah menerapkan banyak reformasi dan tidak semuanya berhasil. Saya tidak ingin negara lain mengulangi beberapa kesalahan yang telah kita buat. Korea bersedia memperluas pengalaman kami ke negara lain, baik keberhasilan maupun tantangan," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
1 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
4 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
4 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved