Pelabuhan Rakyat di Tambaklorok Segera Terealisasi
Rabu, 17 Mei 2017 - 01:04 WIB
Pelabuhan Rakyat di Tambaklorok Segera Terealisasi
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, menjalin kerja sama dengan Pelindo III terkait pemanfaatan daerah lingkungan kerja (DLKr) untuk lokasi program perbaikan kualitas lingkungan serta pengembangan maritim di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, kerja sama tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang dalam upaya membuat wilayah sekitar pelabuhan menjadi lebih baik dan indah.
Dengan penandatanganan MoU ini, Wali Kota berharap penanganan perbaikan kualitas lingkungan di DLKr seluas 60 hektare dapat berjalan lebih cepat dan tuntas. Dirinya bersama jajaran berkomitmen menjadikan wilayah tersebut semakin bersih dan indah melalui program kampung bahari, yang salah satunya menganggarkan proyek pembangunan pelabuhan rakyat.
“Penandatanganan MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan sejumlah aksi seperti penuntasan proyek pembangunan Kampung Bahari. Semangat ini mengingatkan kita akan masa keemasan pelabuhan Tanjung Emas yang pernah menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah pelabuhan Batavia di tahun 1883,” ungkapnya.
Dengan adanya pelabuhan rakyat ini, alur pelayaran antara kapal besar dan perahu tradisional akan dipisah sehingga memperlancar alur pelayaran. Ke depan, kapal tradisional tidak akan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Emas namun memiliki jalur sendiri yakni di sisi barat pelabuhan.
Pembangunan pelabuhan rakyat ini, akan membuat aktivitas nelayan dan pelaku ekspor impor akan berjalan semakin lancar. Tak hanya itu, kunjungan dan akses pelayaran penumpang serta wisatawan nasional dan internasional pun akan semakin lancar.
"Pengembangan pelabuhan dan pembangunan Kampung Bahari ini juga akan dibarengi dengan peningkatan fasilitas pendukung. Meliputi Tol Semarang-Demak yang direncanakan berjalan awal tahun 2018, pembangunan jalan Semarang Outer Ring road (SORR) dari Mangkang-Pelabuhan Tanjung Emas dan reaktivasi jalur kereta api Pelabuhan-Stasiun Tawang," jelasnya.
Sementara Sekretaris Bappeda, M. Farchan, menuturkan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliaruntuk penataan fisik kampung bahari. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Pasar Ikan Tradisional, jalan akses di Tambaklorok, serta trotoar dan street furniture. Direncanakan pembangunan terselesaikan selama tiga tahun secara multiyears.
"Saat ini DED tengah disusun dan pembangunan fisik akan dilaksanakan setelah sheetpile penangkal abrasi dan rob selesai dibangun. Kami berharap warga dapat ikut mendukung berbagai program yang bermuara pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi warga ini," ujarnya.
Sementara itu Dirut Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara, mengaku program ini akan sangat mendukung Pelabuhan Tanjung Emas menuju pelabuhan samudera internasional sebagaimana diamanatkan Permen Perhubungan No. 18/2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Emas.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, kerja sama tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang dalam upaya membuat wilayah sekitar pelabuhan menjadi lebih baik dan indah.
Dengan penandatanganan MoU ini, Wali Kota berharap penanganan perbaikan kualitas lingkungan di DLKr seluas 60 hektare dapat berjalan lebih cepat dan tuntas. Dirinya bersama jajaran berkomitmen menjadikan wilayah tersebut semakin bersih dan indah melalui program kampung bahari, yang salah satunya menganggarkan proyek pembangunan pelabuhan rakyat.
“Penandatanganan MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan sejumlah aksi seperti penuntasan proyek pembangunan Kampung Bahari. Semangat ini mengingatkan kita akan masa keemasan pelabuhan Tanjung Emas yang pernah menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah pelabuhan Batavia di tahun 1883,” ungkapnya.
Dengan adanya pelabuhan rakyat ini, alur pelayaran antara kapal besar dan perahu tradisional akan dipisah sehingga memperlancar alur pelayaran. Ke depan, kapal tradisional tidak akan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Emas namun memiliki jalur sendiri yakni di sisi barat pelabuhan.
Pembangunan pelabuhan rakyat ini, akan membuat aktivitas nelayan dan pelaku ekspor impor akan berjalan semakin lancar. Tak hanya itu, kunjungan dan akses pelayaran penumpang serta wisatawan nasional dan internasional pun akan semakin lancar.
"Pengembangan pelabuhan dan pembangunan Kampung Bahari ini juga akan dibarengi dengan peningkatan fasilitas pendukung. Meliputi Tol Semarang-Demak yang direncanakan berjalan awal tahun 2018, pembangunan jalan Semarang Outer Ring road (SORR) dari Mangkang-Pelabuhan Tanjung Emas dan reaktivasi jalur kereta api Pelabuhan-Stasiun Tawang," jelasnya.
Sementara Sekretaris Bappeda, M. Farchan, menuturkan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliaruntuk penataan fisik kampung bahari. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Pasar Ikan Tradisional, jalan akses di Tambaklorok, serta trotoar dan street furniture. Direncanakan pembangunan terselesaikan selama tiga tahun secara multiyears.
"Saat ini DED tengah disusun dan pembangunan fisik akan dilaksanakan setelah sheetpile penangkal abrasi dan rob selesai dibangun. Kami berharap warga dapat ikut mendukung berbagai program yang bermuara pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi warga ini," ujarnya.
Sementara itu Dirut Pelindo III, I Gusti Ngurah Ashkara, mengaku program ini akan sangat mendukung Pelabuhan Tanjung Emas menuju pelabuhan samudera internasional sebagaimana diamanatkan Permen Perhubungan No. 18/2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Emas.
(ven)
Lihat Juga :