Rupiah Diperkirakan Masih di Jalur Pelemahan
Kamis, 18 Mei 2017 - 08:56 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih di Jalur Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Harapan akan adanya kenaikan pada rupiah mulai terhalangi. Oleh karena itu, pelaku pasar pun lebih disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi pembalikan arah melemah.
"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.331/USD dan resisten Rp13.314/USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Sementara, meningkatnya minat pelaku pasar terhadap sejumlah mata uang safe heaven membuat laju sejumlah mata uang Asia yang non kategori tersebut kembali mengalami pelemahan. Seperti yang terjadi pada pergerakan mata uang Rupiah pada perdagangan kemarin.
Termasuk rupiah yang turut melemah dan gagal bertahan di zona hijau. Meski laju USD melemah terhadap Swiss Franc dan JPY seiring lonjakan pada kedua saham tersebut, namun tidak juga membuat sejumlah mata uang menguat yang disebabkan peningkatan demand tersebut.
"Terutama pada kedua mata uang tersebut. Adapun sejumlah sentimen positif dari dalam negeri, terkait jelang RDG Bank Indonesia dan percepatan program infrastruktur oleh para menteri terkait tampaknya kurang kuat mempertahankan rupiah di zona hijaunya," pungkasnya.
"Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.331/USD dan resisten Rp13.314/USD," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (18/5/2017).
Sementara, meningkatnya minat pelaku pasar terhadap sejumlah mata uang safe heaven membuat laju sejumlah mata uang Asia yang non kategori tersebut kembali mengalami pelemahan. Seperti yang terjadi pada pergerakan mata uang Rupiah pada perdagangan kemarin.
Termasuk rupiah yang turut melemah dan gagal bertahan di zona hijau. Meski laju USD melemah terhadap Swiss Franc dan JPY seiring lonjakan pada kedua saham tersebut, namun tidak juga membuat sejumlah mata uang menguat yang disebabkan peningkatan demand tersebut.
"Terutama pada kedua mata uang tersebut. Adapun sejumlah sentimen positif dari dalam negeri, terkait jelang RDG Bank Indonesia dan percepatan program infrastruktur oleh para menteri terkait tampaknya kurang kuat mempertahankan rupiah di zona hijaunya," pungkasnya.
(akr)