Ganti Menteri Tiga Kali, Kebijakan Migas RI Disebut Tak Konsisten

Kamis, 18 Mei 2017 - 12:59 WIB
Ganti Menteri Tiga Kali,...
Ganti Menteri Tiga Kali, Kebijakan Migas RI Disebut Tak Konsisten
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus melakukan perombakan (reshuffle) kabinet, khususnya untuk posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Terhitung, telah tiga kali jabatan Menteri ESDM dibongkar pasang.

Jabatan Menteri ESDM di awal pemerintahan Jokowi dijabat oleh mantan Bos Pindad Sudirman Said. Setelah hampir dua tahun menjabat, Jokowi mencopot Sudirman Said dan kemudian menggantinya dengan seorang ahli migas Indonesia yang telah 20 tahun menetap di Amerika Serikat (AS) bernama Arcandra Tahar.

Namun, baru dua pekan menjabat, Arcandra langsung diterpa isu dwikewarganegaraan. Arcandra disebut-sebut memiliki dua kewarganegaraan yakni Indonesia dan AS. Akhirnya, Jokowi pun kembali mencopot Arcandra dan kini jabatan Menteri ESDM dijabat oleh mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, yang sama sekali tidak memiliki latar belakang di dunia energi dan mineral.

Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengungkapkan, terlalu seringnya Jokowi merombak posisi Menteri ESDM memberikan dampak buruk terhadap kebijakan energi nasional. Kebijakan energi yang diambil dianggap tidak konsisten karena pimpinan yang terus berganti.

"Memang ada situasi kurang menguntungkan disini, karena kita disini sudah memiliki tiga Menteri ESDM di era ini. Tentu tidak ada konsistensi dalam kebijakannya," katanya dalam acara The 41th IPA Convention and Exhibition di JCC, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Hariyadi juga mengkritik pernyataan Menteri ESDM Ignasius Jonan yang menyatakan bahwa, lesunya sektor migas di Tanah Air disebabkan karena kondisi harga minyak dunia yang masih rendah. Padahal, di negara lain investasi tetap masuk meskipun dengan kondisi harga minyak dunia yang masih melorot.

Dia menccontohkan Meksiko yang melakukan reformasi habis-habisan atas investasi di sektor energi. Terbukti, dengan harga minyak dunia yang masih naik turun mereka tetap bisa menarik investasi masuk ke negaranya.

"Kementerian enregi di Meksiko itu dapat melakukan reformasi lebih dari 75% dari investasi mereka. Jadi kalau menteri kita mengatakan bahwa kondisi ini investasi sangat rendah karena dampak dari harga minyak, saya kira ini tidak betul. Karena di bagian dunia lain mereka bisa perbaiki investasi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Deretan Gergasi Migas...
Deretan Gergasi Migas Asing yang Tak Betah di Indonesia
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Intip Strategi Mengejar...
Intip Strategi Mengejar Target Investasi Migas di Tengah Pandemi
Pengganti SKK Migas,...
Pengganti SKK Migas, BUMN dan Lembaga Khusus Bisa Kelola Migas
Status SKK Migas Jadi...
Status SKK Migas Jadi BUMN Khusus Menguat
Wawancara Direktur Utama...
Wawancara Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Chalid Said Salim:  Memimpin Seperti Ayah dengan Komunikasi Terbuka
Berita Terkini
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
19 menit yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
1 jam yang lalu
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
1 jam yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
11 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
11 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
12 jam yang lalu
Infografis
Tiga Alasan Netanyahu...
Tiga Alasan Netanyahu Tak Berani Melanjutkan Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved