Volume Pertumbuhan Cikarang Dry Port Naik 20%

Sabtu, 20 Mei 2017 - 08:26 WIB
Volume Pertumbuhan Cikarang...
Volume Pertumbuhan Cikarang Dry Port Naik 20%
A A A
JAKARTA - PT Cikarang Inland Port, pengelola Cikarang Dry Port, mencatat pertumbuhan volume 20% di kuartal I 2017 (year on year). Pertumbuhan volume itu ditopang besarnya ekspor-impor kebutuhan industri, perkembangan pusat logistik berikat (PLB), dan distribusi berbasis kereta (multimoda) dari berbagai sektor industri.

“Sejauh ini di awal tahun 2017, pertumbuhan mencapai kurang lebih 20 persen, dengan menargetkan pertumbuhan sisi ekspor, pusat logistik berikat (PLB) dan distribusi berbasis kereta (multimoda) dari berbagai sektor industri,” kata Direktur Cikarang Inland Port Benny Woenardi dalam pemaparan “Kesiapan Cikarang Dry Port dalam Menunjang Sistem Logistik Nasional Selama Ramadhan-Lebaran 2017” di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurut Benny, seiring pertumbuhan volume, jumlah pelanggan Cikarang Dry Port juga terus meningkat menjadi sekitar 500 perusahaan hingga akhir kuartal I 2017, dibanding saat baru pertama beroperasi pada 2012 hanya tiga pelanggan. “Pertumbuhan eksponensial terjadi terutama pada 2014 hingga saat ini,” ujarnya.

Benny menjelaskan kenaikan pelanggan itu terjadi karena Cikarang Dry Port mengutamakan berbagai kemudahan, fasilitas yang mencukupi, dan diperkuat dengan multimoda distribusi sehingga menimbulkan efisiensi biaya dan waktu.

“Dalam kajian World Bank serta Bappenas, impor melalui Cikarang Dry Port menghemat biaya sekitar 22 persen sampai 30 persen dan menghemat waktu 55 persen,” tuturnya.

Menghadapi musim libur Idul Fitri 2017, lanjut dia, seperti tahun-tahun sebelumnya, Cikarang Dry Port terus menjalankan kegiatan operasionalnya untuk mendukung aktivitas logistik pengguna jasa di masa liburan tersebut.

Konektivitas kereta angkutan peti kemas antara Cikarang Dry Port dengan pelabuhan Tanjung Priok sangat membantu di masa pembatasan truk yang biasanya berlaku H-7 hingga H+7. Pada 2016, distribusi truk melalui jalan nasional dibatasi pada H-5 sebelum dan H+3 sesudah Idul Fitri seperti yang terjadi pada 2016 berdasarkan SuratEdaran (SE) Menhub Nomor 22/2016.

Benny menerangkan kereta angkutan peti kemas antar pelabuhan ini dapat ditambah frekuensi perjalanannya untuk mengalihkan beban dari angkutan trailer yang melewati jalan tol yang akan digunakan untuk jalur mudik.

“Kereta angkutan peti kemas juga berjalan untuk domestik antara Cikarang Dry Port dan Stasiun Kalimas atau Benteng di Surabaya,” paparnya.

Dia menambahkan kereta domestik ini juga berperan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan logistik tanpa mengganggu kepadatan jalur mudik. Layanan domestik ini tidak hanya antara CDP-Surabaya, namun telah dikembangkan layanan multimoda domestik bersama dengan pelayaran nasional ke beberapa daerah tujuan di bagian timur Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lalu Lintas Ekspor-Impor...
Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Pakar Pelabuhan Soroti Kemunduran Maritim Nasional
Bea Cukai Perkuat Pencegahan...
Bea Cukai Perkuat Pencegahan Pelanggaran Ekspor Impor di Pelabuhan Tanjung Priok
Ekspor dan Impor Mulai...
Ekspor dan Impor Mulai Naik, Aktivitas Pelabuhan Meningkat
Ekspor Impor Mulai Naik,...
Ekspor Impor Mulai Naik, Transportasi Laut Perlu Berbenah
Demurrage Beras Impor...
Demurrage Beras Impor Rugikan Negara Rp350 M, Bos Bulog Anggap Hal Biasa
Busyet! Nunggu Izin...
Busyet! Nunggu Izin Dokumen Ekspor Impor di Pelabuhan Bisa 20 Jam
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
5 menit yang lalu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
26 menit yang lalu
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
2 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
2 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
3 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved