Kebutuhan Meningkat, Kemenperin Kejar Produksi Baja 10 Juta Ton 2025

Sabtu, 20 Mei 2017 - 12:13 WIB
Kebutuhan Meningkat,...
Kebutuhan Meningkat, Kemenperin Kejar Produksi Baja 10 Juta Ton 2025
A A A
JAKARTA - Indonesia membutuhkan sekitar USD235 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan. Sehingga membuat kebutuhan besi dan baja konstruksi meningkat sebesar 8,5% per tahun.

Untuk itu, dalam upaya menambah investasi di sektor industri baja, Kemenperin mendorong program pengembangan klaster industri baja di Cilegon, Banten, agar mampu memproduksi 10 juta ton baja pada tahun 2025.

Selain itu, Kemenperin menargetkan dalam waktu lima tahun ke depan, telah tersedia empat juta ton baja stainless dari kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri logam disebut sebagai mother of industry. Sebab, produk logam dasar merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lain, diantaranya industri automotif, maritim, elektronika, serta permesinan, dan peralatan pabrik.

“Penggunaan bahan baku logam domestik terus ditingkatkan untuk pemanfaatan secara optimal di industri hilir,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Untuk itu, Kemenperin memacu pengembangan dan daya saing industri logam berbasis sumber daya lokal karena prospek sektor induk ini di masa mendatang masih cukup potensial. Dalam upaya melindungi dan mendorong pertumbuhan industri logam nasional, Kemenperin juga telah mendorong pemberlakuan SNI wajib.

Selain itu, pelaksanaan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Upaya-upaya tersebut sekaligus untuk pengamanan pasar domestik, mengurangi ketergantungan produk impor, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Selain peningkatan investasi Indonesia-Jepang di sektor industri, diharapkan juga terjalin kerja sama di bidang pendidikan vokasi industri. Upaya ini untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Indonesia sehingga siap kerja sesuai kebutuhan di lapangan.

“Seperti perusahaan automotif Jepang yang memberikan pelatihan kepada para tenaga kerja lokal. Ini juga bisa dilakukan di sektor lainnya,” pungkas Airlangga.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Dampingi...
Kemenperin Dampingi Tatalogam Group Menuju Era Teknologi 4.0
SNI Wajib Profil Baja...
SNI Wajib Profil Baja Ringan, Senjata Ampuh Adang Gempuran Impor
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Waspada, Industri Baja...
Waspada, Industri Baja China Mulai Pulih dari COVID-19
Hijaukan Sektor Industri,...
Hijaukan Sektor Industri, Kemenperin Bidik Perusahaan Baja
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
5 menit yang lalu
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
1 jam yang lalu
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
1 jam yang lalu
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved