Indonesia Targetkan Produksi 10 Juta Ton Baja Tahun 2025

Selasa, 23 Mei 2017 - 22:35 WIB
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan Produksi 10 Juta Ton Baja Tahun 2025
A A A
JAKARTA - Indonesia menargetkan untuk segera memiliki kapasitas baja yang besar dalam menuju negara mandiri dari impor baja. Hal ini diwujudkan dengan adanya klaster industri baja di Cilegon, Banten, yang akan memproduksi 10 juta ton baja pada tahun 2025.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri baja merupakan sektor prioritas yang tengah dikembangkan. Sektor ini sebagai mother of industry karena produknya merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya.

"Untuk memenuhi kebutuhan baja kasar (crude steel) nasional yang saat ini sudah mencapai 14 juta ton, Indonesia masih harus melakukan impor sebesar 6 juta ton. Ini dikarenakan industri baja dalam negeri hanya mampu memproduksi 8 juta ton crude steel," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Apabila terus dibiarkan tanpa adanya upaya peningkatan kapasitas produksi, maka defisit atas pasokan crude steel akan mencapai 8,9 juta pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 15,9 juta ton pada tahun 2025.

"Di sisi lain, adanya over supply baja dari China menyebabkan banjirnya produk baja impor sehingga mengancam keberlangsungan produsen baja dalam negeri," ungkap Airlangga. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian mendukung penuh program 10 juta ton kluster industri baja yang akan dibangun di Cilegon, Banten.

"Dengan adanya klaster 10 juta ton ini, nilai investasi mencapai USD4 miliar. Diharapkan memberikan multiplier effect melalui penciptaan lapangan pekerjaan, pemenuhan bahan baku industri dalam negeri, dan memberikan manfaat kepada perekonomian daerah Banten maupun perekonomian nasional," jelasnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Mas Wigrantoro Roes Setyadi menyampaikan, KS dan perusahaan baja Korea, Posco telah bekerja sama membangun klaster untuk mendukung produksi hingga 10 juta ton baja di Cilegon Banten.

"Kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon saat ini ditempati oleh industri baja terpadu, yakni PT KS dan PT Krakatau Posco, perusahaan patungan PT KS dan Posco," ujarnya.

Menurut dia, kawasan industri di Cilegon memiliki infrastruktur pendukung yang baik, seperti pembangkit energi, air baku industri dan pelabuhan curah terdalam di Indonesia.

Saat ini, kapasitas produksi PT KS digabungkan dengan PT Krakatau Posco telah mencapai 4,5 juta ton. Kapasitas tersebut akan segera meningkat dengan beroperasinya pabrik HSM#2 berkapasitas 1,5 juta ton pada akhir tahun 2019.

"Sehingga total akan mencapai 6 juta ton. Artinya, hanya perlu menambah 4 juta ton untuk mencapai proyek 10 juta ton dari klaster tersebut," papar Wigrantoro.

Wigrantoro melanjutkan, klaster baja Cilegon ini bakal menghasilkan baja gulungan untuk konstruksi, baja lembaran untuk peralatan rumah tangga, perkapalan, mobil, hingga baja lembaran berkualitas tinggi. "Kami berharap pula akan membawa kemajuan signifikan dalam produksi baja mandiri," tuturnya.

Wigrantoro menambahkan, konsumsi baja nasional pada tahun 2016 meningkat tajam sebesar 12,67 juta ton setelah mengalami penurunan di tahun 2015 yang hanya mencapai 11,37 juta ton. Pendirian klaster 10 juta ton baja yang akan selesai di 2025, siap menggantikan 70-80% baja impor.

CEO Posco Ohjoon Kwon mengatakan, klaster 10 juta ton baja dapat memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 420.000 orang sekaligus mendorong produksi sebesar USD6,8 miliar dengan peningkatan PDB sekitar 0,4%.

"Posco telah memainkan peran penting dalam periode pertumbuhan ekonomi pesat di Korea dalam pengembangan industri berat dan industri manufaktur seperti automotif, perkapalan, dan perlengkapan elektronik rumah tangga. Dengan menggabungkan pengetahuan know-how secara maksimal yang menghasilkan sistem produksi 40 juta ton, kami pun siap berkontribusi untuk kemajuan industri di Indonesia," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peningkatan Impor Bahan...
Peningkatan Impor Bahan Baku Baja Menunjukkan Industri Nasional Tumbuh
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Akhirnya, Setelah 8...
Akhirnya, Setelah 8 Tahun Krakatau Steel Berhasil Cetak Laba
KRAS Siap Penuhi Permintaan...
KRAS Siap Penuhi Permintaan Baja Nasional
Krakatau Steel Selundupkan...
Krakatau Steel Selundupkan Baja China Disebut Cuma Rumor, Anggota Dewan Bebas Bersuara
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Berita Terkini
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi bagi Masyarakat, MNC Sekuritas Resmikan Kantor Cabang Bekasi Galaxy
14 menit yang lalu
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
19 menit yang lalu
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
27 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
36 menit yang lalu
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
1 jam yang lalu
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved