Pertamina Klaim Harga Premium Seharusnya Rp6.850/Liter

Rabu, 24 Mei 2017 - 13:58 WIB
Pertamina Klaim Harga...
Pertamina Klaim Harga Premium Seharusnya Rp6.850/Liter
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku keuntungannya tergerus lantaran harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar tidak naik sejak April 2017. Seharusnya, harga premium dan solar naik seiring semakin terkereknya harga minyak dunia.

(Baca: Harga BBM Tak Naik Jadi Beban Pertamina )

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengungkapkan, jika mengacu pada formula penghitungan harga BBM yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga premium yang berlaku saat ini Rp400 di bawah formula yang ditetapkan.

Saat ini, harga premium sekitar Rp6.450 per liter jadi seharusnya harga premium sekitar Rp6.850 per liter. "‎Secara formula kan memang harga ditentukan dari harga di kuartal sebelumnya. Jadi kalau melihat selisih formula dengan apa yang ditetapkan, premium itu sekitar Rp400 per liter di bawah formula," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Arief menambahkan, harga solar yang berlaku saat ini ‎juga lebih rendah dari formula yang ditetapkan. Seharusnya, harga solar bersubsidi sekitar Rp6.300 per liter sedangkan saat ini harganya masih sekitar Rp5.150 per liter.

‎"Kalau lihat dari sisi formula yang ditetapkan Kementerian ESDM di Mei 2015, solar Rp1.150 per liter di bawah formula‎," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan keuntungan atau laba bersih perseroan pada kuartal I/2017 menurun sekitar 25%. Hal ini karena harga minyak dunia yang mulai mengalami kenaikan, namun tidak diimbangi dengan kenaikan harga BBM.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menyebutkan, pada kuartal I/2017 keuntungan Pertamina menurun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar USD1,01 miliar menjadi USD0,78 miliar.‎ Sementara EBITDA perseroan turun 13% dari USD2,18 miliar menjadi USD1,89 miliar.

"‎Memang terlihat bahwa tingkat kuntungan menurun USD1,01 miliar jadi USD0,78 miliar. Ini menurun sekitar 25%," katanya dalam kesempatan yang sama.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masih Pakai Premium,...
Masih Pakai Premium, RI Masuk 7 Negara Penjual BBM Tak Ramah Lingkungan
Panjang Umur, BBM Jadul...
Panjang Umur, BBM Jadul Premium Dipastikan Tidak Hilang
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Premium dan Pertalite...
Premium dan Pertalite Dihapus, Pemerintah Tetap Harus Subsidi BBM
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
1 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
2 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
2 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
5 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
6 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved