Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, ADHI Patok Kupon 8,75%-9,5%
Rabu, 24 Mei 2017 - 18:11 WIB
Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, ADHI Patok Kupon 8,75%-9,5%
A
A
A
JAKARTA - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II Adhi Karya dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp5 triliun. Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan II Adhi Karya tahap I tahun 2017 dengan pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp3,5 triliun dengan tenor 5 tahun serta kupon 8,75%-9,5%.
Dalam rangka penerbitan obligasi ini, ADHI telah memperoleh hasil pemeringkatan surat utang jangka panjang dengan rating single A minus (idA-) dari PT Pemeringkat Efek lndonesia (Pefindo).
Direktur Utama ADHI Budi Harto mengungkapkan, dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2017, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan seluruhnya untuk memperkuat modal kerja, penyertaan pada entitas anak.
"Juga untuk pelunasan utang obligasi yang juga dipergunakan untuk modal kerja perseroan," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/5/2017).
Sementara, Direktur Keuangan Adhi Karya Haris Gunawan menuturkan, penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II Adhi Karya akan dilakukan hingga 2019. Kondisi ini disesuaikan dengan kebutuhan dana operasional perseroan.
"Kita terbitkan PUB tahap I Rp3,5 triliun, sisanya Rp1,5 triliun kita terbitkan semester kedua 2018 dan semester pertama 2019, kita lihat kondisi itu kebutuhan dana operasional," tutur dia.
Dalam rangka penawaran umum, perseroan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Dengan struktur permodalan dan pendanaan jangka panjang yang semakin kuat, ADHI akan menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, pada lima tahun terakhir sejak 2011, perseroan telah membukukan pertumbuhan pendapatan usaha yang terus meningkat. Pendapatan usaha perseroan pada 2016 sebesar Rp11,06 triliun, meningkat Rp1,67 triliun atau sebesar 17,8% dengan jumlah 72 proyek.
Laba komprehensif perseroan pada 2016 sebesar Rp404,65 miliar, menurun sebesar Rp474,09 miliar atau 53,95% dibandingkan dengan laba komprehensif pada 2015 sebesar Rp878,75 miliar.
Dalam rangka penerbitan obligasi ini, ADHI telah memperoleh hasil pemeringkatan surat utang jangka panjang dengan rating single A minus (idA-) dari PT Pemeringkat Efek lndonesia (Pefindo).
Direktur Utama ADHI Budi Harto mengungkapkan, dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2017, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan seluruhnya untuk memperkuat modal kerja, penyertaan pada entitas anak.
"Juga untuk pelunasan utang obligasi yang juga dipergunakan untuk modal kerja perseroan," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/5/2017).
Sementara, Direktur Keuangan Adhi Karya Haris Gunawan menuturkan, penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan II Adhi Karya akan dilakukan hingga 2019. Kondisi ini disesuaikan dengan kebutuhan dana operasional perseroan.
"Kita terbitkan PUB tahap I Rp3,5 triliun, sisanya Rp1,5 triliun kita terbitkan semester kedua 2018 dan semester pertama 2019, kita lihat kondisi itu kebutuhan dana operasional," tutur dia.
Dalam rangka penawaran umum, perseroan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Dengan struktur permodalan dan pendanaan jangka panjang yang semakin kuat, ADHI akan menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, pada lima tahun terakhir sejak 2011, perseroan telah membukukan pertumbuhan pendapatan usaha yang terus meningkat. Pendapatan usaha perseroan pada 2016 sebesar Rp11,06 triliun, meningkat Rp1,67 triliun atau sebesar 17,8% dengan jumlah 72 proyek.
Laba komprehensif perseroan pada 2016 sebesar Rp404,65 miliar, menurun sebesar Rp474,09 miliar atau 53,95% dibandingkan dengan laba komprehensif pada 2015 sebesar Rp878,75 miliar.
(izz)
Lihat Juga :