Adhi Karya Raup Laba Rp 10,23 Miliar di Semester I 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 13:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Emiten konstruksi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba sebesar Rp 10,23 miliar di semester I 2022. Angka itu naik 23,53% dari perolehan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,28 miliar.
Kenaikan laba perseroan juga didorong oleh peningkatan pendapatan usaha sebesar 42,34% menjadi Rp 6,32 triliun dari sebelumnya Rp 4,44 triliun. Pendapatan segmen teknik dan konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang Rp 5,26 triliun atau naik 42,55% dari Rp 3,69 triliun.
Baca Juga: BUMN di Jajaran Teratas 100 Perusahaan Terbesar RI, Ini Respons Erick Thohir
Kemudian, segmen properti dan hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp 409,50 miliar, naik 8,40% dari sebelumnya Rp 377,75 miliar. Segmen manufaktur tercatat sebesar Rp 375,80 miliar, serta pendapatan investasi dan konsesi sebesar Rp 273,36 miliar.
Dari sisi pengeluaran, perseroan turut mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 49,17% dari sebelumnya Rp 3,77 triliun menjadi Rp 5,62 triliun. Sedangkan, beban penjualan turun menjadi Rp 5,87 miliar dari Rp 6,98 miliar, juga beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp 325,85 miliar.
Kenaikan laba perseroan juga didorong oleh peningkatan pendapatan usaha sebesar 42,34% menjadi Rp 6,32 triliun dari sebelumnya Rp 4,44 triliun. Pendapatan segmen teknik dan konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang Rp 5,26 triliun atau naik 42,55% dari Rp 3,69 triliun.
Baca Juga: BUMN di Jajaran Teratas 100 Perusahaan Terbesar RI, Ini Respons Erick Thohir
Kemudian, segmen properti dan hospitality mencatatkan pendapatan sebesar Rp 409,50 miliar, naik 8,40% dari sebelumnya Rp 377,75 miliar. Segmen manufaktur tercatat sebesar Rp 375,80 miliar, serta pendapatan investasi dan konsesi sebesar Rp 273,36 miliar.
Dari sisi pengeluaran, perseroan turut mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 49,17% dari sebelumnya Rp 3,77 triliun menjadi Rp 5,62 triliun. Sedangkan, beban penjualan turun menjadi Rp 5,87 miliar dari Rp 6,98 miliar, juga beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp 325,85 miliar.
Lihat Juga :