Gubernur BI Yakin Krisis Keuangan Tak Akan Terulang

Rabu, 24 Mei 2017 - 22:12 WIB
Gubernur BI Yakin Krisis...
Gubernur BI Yakin Krisis Keuangan Tak Akan Terulang
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menegaskan, Indonesia telah banyak belajar dari krisis keuangan yang pernah mencapai puncaknya pada 1997/1998 lalu. Kondisi tersebut menjadi pembelajaran dalam menjaga diri dari guncangan krisis ekonomi dan dibuktikan pada mini krisis global di tahun 2005-2008.

"Indonesia tidak terjadi mini krisis itu, padahal 2008 itu ada global fianancial krisis. Indonesia bisa lewati itu. Artinya kita sudah cukup mempersiapkan diri dan mengambil pelajaran dari krisis 1997/1998, jadi bisa mencegah agar tidak masuk ke krisis selanjutnya," kata Agus Martowardojo di ‎Gedung BI, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

(Baca Juga: BI Siapkan Lima Strategi Hadapi Risiko Ekonomi Global )

Lebih lanjut dia menerangkan untuk menjaga momentum agar tak terpengaruh krisis, BI mengetahui dengan jelas pengendalian atau informasi tentang utang luar negeri, perbankan dan korporasi serta utang rumah tangga. Ditambah lagi dengan berdirinya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang jelas tugasnya untuk menjaga simpanan masyarakat.

"Kalau dulu kan belum punya. Maka ketika 1997/1998 ada penutupan bank, kita belum punya LPS dan membuat khawatir. Sekarang kami punya 4 institusi yang dikoordinasi dalam UU PPKSK. Jadi kita bisa menjalankan fungsi-fungsi management crisis dengan baik. Dan yang utama, kalau sekarang ini kondisi ekonomi kita dalam keadaan baik," imbuhnya.

Mantan Menteri Keuangan ini pun mengisahkan, memang jika dilihat ke belakang, sangat sulit melupakan kondisi krisis saat itu. Maka, pemerintah bertekad memperbaiki semuanya. Di 1999, Bank Indonesia melakukan revisi UU BI agar lebih siap dalam menghadapi kondisi kedepan. Di Kemeterian keuangan ada UU Keuangan negara dan UU perbendahaaran negara yang juga dinilai lebih kuat.

"Kami bangun LPS juga, kemudian di 2011 kami bangun UU OJK, jadi sebetulnya ini bentuk persiapkan diri kami. Belum lagi soal financial sector assesment program yang sekarang sedang di head quarternya di IMF, dan saya lihat Indonesia bisa laporkan kondisi yang cukup baik," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Agar Krisis Kesehatan...
Agar Krisis Kesehatan Tak Menjelma Krisis Sosial-Ekonomi
5 Negara Maju yang Pernah...
5 Negara Maju yang Pernah Mengalami Krisis Moneter Terburuk, Nomor 2 Dinyatakan Bangkrut
Resesi Hantam Singapura,...
Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Berita Terkini
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
28 menit yang lalu
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
38 menit yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
11 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
13 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
13 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved