Perusahaan China Beli Merek Kondom James Bond Rp7,98 Triliun

Kamis, 25 Mei 2017 - 19:32 WIB
Perusahaan China Beli...
Perusahaan China Beli Merek Kondom James Bond Rp7,98 Triliun
A A A
BEIJING - Perusahaan China, Humanwell Healthcare Group Co. dan CITIC Capital China Partners membeli merek kondom James Bond senilai USD600 juta atau setara Rp7,98 triliun (estimasi kurs Rp13.309/USD).

Mengutip dari Bloomberg, Kamis (25/5/2017), perusahaan China tersebut membeli merek kondom James Bond dan pelumasnya dari Ansell Ltd, pembuat sarung tangan dan masker bedah dari Australia.

Ansell sendiri pada tahun lalu mencatat pertumbuhan penjualan hingga 28% di China. Mereka menghasilkan laba sebesar USD31 juta dari total penjualan mereka di seluruh dunia USD220 juta. Selain di Australia, perusahaan kesehatan Ansell juga beroperasi di India dan Brasil yang menjual merek seperti Skyn, LifeStyles, Kama Sutra dan Blowtex.

Namun perusahaan China membeli kondom merek James Bond, bertujuan untuk meningkatkan penjualan kondom di Negeri Tirai Bambu. Pasalnya, James Bond, agen fiktif MI6 asal Inggris itu terkenal dengan popularitas dan eksploitasi seksualnya dalam menjalankan misi rahasia.

Menariknya kesepakatan penjualan merek kondom James Bond, dilakukan usai kabar meninggalnya Roger Moore, aktor Inggris yang memerankan tujuh film 007 dari 1973 sampai 1985, termasuk film James Bond The Spy Who Loved Me.

Penjualan kondom James Bond ini telah melambungkan saham Ansell, yang melonjak 3,9% pada penutupan perdagangan di Sydney, pada Rabu lalu, menjadi AUD25,09 per saham. Nilai perusahaan yang berbasis di Melbourne itu kini ditaksir mencapai AUD3,7 miliar atau setara USD2,8 miliar.

Adapun pasar kondom di China, menurut Transparency Market Research akan meningkat tiga kali lipat dari 2015-2024, yang ditaksir mencapai USD5 miliar atau sekitar Rp66,5 triliun.

Meningkatnya penggunaan kondom di China, seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengendalikan penyakit seksual menular. Pusat Nasional China mencatat jumlah epidemic penyakit seksual menular, seperti sifilis, herpes genital, dan HIV meningkat sejak 2011. Dalam sembilan tahun belakangan, kasus sifilis di China meningkat rata-rata 52% per tahun dan herpes genital sebesar 55%.

Humanwell, perusahaan kesehatan China yang berbasis di Provinsi Hubei, telah memproduksi berbagai macam obat, pil kontrasepsi, anestesi, dan alat tes HIV.

Pada tahun lalu, Humanwell China membeli perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Epic Pharma LLC seharga USD550 juta. Pembelian perusahaan-perusahaan asing ini oleh China sebagai upaya untuk masuk ke pasar negara maju.

Produsen obat-obatan China mendapat dukungan dari pemerintah untuk mengakusisi perusahaan asing, agar dapat memperoleh inovasi dan dapat mengembangkan pasar hingga ke luar negeri.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Dilema Mudik: Ekonomi...
Dilema Mudik: Ekonomi Atau Kesehatan
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Berita Terkini
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
3 jam yang lalu
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
4 jam yang lalu
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
4 jam yang lalu
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
4 jam yang lalu
Bisnis F&B Tumbuh Pesat,...
Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia
6 jam yang lalu
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
6 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved