IHSG Akhir Pekan Diprediksi Cetak Rebound
Jum'at, 26 Mei 2017 - 08:08 WIB
IHSG Akhir Pekan Diprediksi Cetak Rebound
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed mencoba rebound pada support MA25 dengan range pergerakan 5.673-5.746.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal terkonsolidasi pada perdagangan hari ini pasalnya dibuka cenderung lebih rendah dari penutupan meskipun turun.
"IHSG telah berhasil menguji support MA25 setelah break out support MA7. Meskipun demikian peluang rebound jangka pendek masih low probability melihat Indikator Stochastic, Indikator RSI dan Pola pergerakan IHSG jangka menengah yang cenderung bearish," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Sementara, IHSG kemarin kembali tertekan dengan ditutup -27,18 poin sebesar -0,47% dilevel 5.703,43 menjelang libur dan bulan ramadhan. Katalis dalam negeri cenderung sepi. Saham-saham pada perdagangan akhir pekan yang dapat diperhatikan di antaranya yakni TOTL, ROTI, MNCN, ADRO, GIAA, dan MYOR.
"Investor dipaksa menunggu data inflasi awal bulan depan. Indeks sektor keuanga menjadi penekan aksi jual dengan melemah 0,83%. Investor pun cenderung sepi di mana net buy investor asing hanya sebesar Rp11,85 miliar," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal terkonsolidasi pada perdagangan hari ini pasalnya dibuka cenderung lebih rendah dari penutupan meskipun turun.
"IHSG telah berhasil menguji support MA25 setelah break out support MA7. Meskipun demikian peluang rebound jangka pendek masih low probability melihat Indikator Stochastic, Indikator RSI dan Pola pergerakan IHSG jangka menengah yang cenderung bearish," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Sementara, IHSG kemarin kembali tertekan dengan ditutup -27,18 poin sebesar -0,47% dilevel 5.703,43 menjelang libur dan bulan ramadhan. Katalis dalam negeri cenderung sepi. Saham-saham pada perdagangan akhir pekan yang dapat diperhatikan di antaranya yakni TOTL, ROTI, MNCN, ADRO, GIAA, dan MYOR.
"Investor dipaksa menunggu data inflasi awal bulan depan. Indeks sektor keuanga menjadi penekan aksi jual dengan melemah 0,83%. Investor pun cenderung sepi di mana net buy investor asing hanya sebesar Rp11,85 miliar," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :