Potensi Rupiah Balik Menguat Bisa Terhadang Sentimen Ini
Rabu, 31 Mei 2017 - 08:59 WIB
Potensi Rupiah Balik Menguat Bisa Terhadang Sentimen Ini
A
A
A
JAKARTA - Silih berganti sentimen, pada akhirnya membuat laju USD kembali bergerak naik. Berita-berita yang cenderung melemahkan mata uang EUR, JPY, dan CNY membuat laju USD berpotensi mengalami kenaikan berbarengan dengan naiknya preferensi risiko pelaku pasar.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menghambat potensi reboundnya rupiah," ujar analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.350/USD dan resisten Rp13.318/USD.
Sementara, plemahan pada EUR, seperti yang disampaikan sebelumnya, memberikan dampak negatif pada pergerakan laju rupiah yang kembali melanjutkan pelemahannnya.
Mulai adanya kekhawatiran terhadap kondisi politik Yunani seiring penyelesaian masalah utang dan kondisi politik di Italia dan Inggris memberikan sentimen negatif pada EUR.
Adanya berita positif dari BI terkait masih akan surplusnya neraca pembayaran tidak terlalu ditanggapi pelaku pasar. Pasalnya, nilai angkanya berpotensi menurun seiring berakhirnya program Tax Amnesty. "Akibatnya laju rupiah kembali ke zona merah," pungkasnya.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menghambat potensi reboundnya rupiah," ujar analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (31/5/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.350/USD dan resisten Rp13.318/USD.
Sementara, plemahan pada EUR, seperti yang disampaikan sebelumnya, memberikan dampak negatif pada pergerakan laju rupiah yang kembali melanjutkan pelemahannnya.
Mulai adanya kekhawatiran terhadap kondisi politik Yunani seiring penyelesaian masalah utang dan kondisi politik di Italia dan Inggris memberikan sentimen negatif pada EUR.
Adanya berita positif dari BI terkait masih akan surplusnya neraca pembayaran tidak terlalu ditanggapi pelaku pasar. Pasalnya, nilai angkanya berpotensi menurun seiring berakhirnya program Tax Amnesty. "Akibatnya laju rupiah kembali ke zona merah," pungkasnya.
(ven)