IHSG Naik 4,29 Poin, Bursa Asia Menghijau Imbas Data Pekerja AS
Jum'at, 02 Juni 2017 - 16:25 WIB
IHSG Naik 4,29 Poin, Bursa Asia Menghijau Imbas Data Pekerja AS
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (2/6/2017) mendarat di zona positif, dengan naik 4,29 poin atau 0,07% ke 5.742,45.
Sebelumnya pada sesi I perdagangan, indeks sempat ditutup berbalik melemah 6,49 poin atau 0,11% ke level 5.731,66. Awal perdagangan, indeks dibuka naik 11,27 poin atau 0,20% ke level 5.749,42.
Jumat ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.726,01-5.752,66. Dari 456 saham yang diperdagangkan, 196 turun, 143 naik, dan 117 stagnan. Sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 2,05%, sementara sektor industri dasar memimpin pelemahan dengan turun 2,02%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp8,74 triliun dari 13,36 miliar saham yang diperdagangkan. Adapun transaksi bersih asing negatif Rp21,24 miliar, dengan aksi jual asing sebesar Rp4,27 triliun berbanding aksi beli asing Rp4,25 triliun.
Pengumuman BPS bahwa inflasi Mei 2017 sebesar 0,39%, sesuai dengan ekspektasi sebelumnya. Dimana Bank Indonesia mengatakan bahwa inflasi bulan Mei akan lebih tinggi karena memasuki Ramadan, dimana harga-harga kebutuhan pokok mulai naik. Data ini membuat IHSG berhasil mendarat di zona hijau.
Sementara itu, pasar Asia ditutup pada Jumat (2/6/2017) ke zona hijau, setelah rilis payroll swasta Amerika Serikat yang menguat pada bulan Mei 2017. Hal ini menaikkan ekspektasi pasar untuk laporan nonfarm payroll yang akan diumumkan Jumat ini waktu AS.
Mengutip dari CNBC, Jumat ini, bahwa lapangan kerja sektor swasta meningkat mencapai 253.000 pekerjaan, lebih tinggi dari perkiraan 185.000 pekerjaan.
Ini ditanggapi positif oleh bursa Asia, dengan indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,6% atau 317,25 poin, ditutup menjadi 20.177,28. Ini pertama kalinya sejak Agustus 2015, indeks Jepang mencapai angka 20.000.
ASX 200 Australia bertambah 0,87% atau 49,972 poin untuk mengakhiri di 5.788,1. Saham keuangan diperdagangkan lebih tinggi, sementara saham penambang besar naik lebih dari 1%.Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,16% atau 27,11 poin ke level 2.371,72.
Pasar di China berakhir lebih tinggi. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,42%. Indeks Shanghai naik 0,11% atau 3,3583 poin menjadi 3.105,9815 dan Shenzhen memantul 0,846% atau 14,997 poin menjadi 1.788,6033.
Sebelumnya pada sesi I perdagangan, indeks sempat ditutup berbalik melemah 6,49 poin atau 0,11% ke level 5.731,66. Awal perdagangan, indeks dibuka naik 11,27 poin atau 0,20% ke level 5.749,42.
Jumat ini, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.726,01-5.752,66. Dari 456 saham yang diperdagangkan, 196 turun, 143 naik, dan 117 stagnan. Sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 2,05%, sementara sektor industri dasar memimpin pelemahan dengan turun 2,02%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp8,74 triliun dari 13,36 miliar saham yang diperdagangkan. Adapun transaksi bersih asing negatif Rp21,24 miliar, dengan aksi jual asing sebesar Rp4,27 triliun berbanding aksi beli asing Rp4,25 triliun.
Pengumuman BPS bahwa inflasi Mei 2017 sebesar 0,39%, sesuai dengan ekspektasi sebelumnya. Dimana Bank Indonesia mengatakan bahwa inflasi bulan Mei akan lebih tinggi karena memasuki Ramadan, dimana harga-harga kebutuhan pokok mulai naik. Data ini membuat IHSG berhasil mendarat di zona hijau.
Sementara itu, pasar Asia ditutup pada Jumat (2/6/2017) ke zona hijau, setelah rilis payroll swasta Amerika Serikat yang menguat pada bulan Mei 2017. Hal ini menaikkan ekspektasi pasar untuk laporan nonfarm payroll yang akan diumumkan Jumat ini waktu AS.
Mengutip dari CNBC, Jumat ini, bahwa lapangan kerja sektor swasta meningkat mencapai 253.000 pekerjaan, lebih tinggi dari perkiraan 185.000 pekerjaan.
Ini ditanggapi positif oleh bursa Asia, dengan indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,6% atau 317,25 poin, ditutup menjadi 20.177,28. Ini pertama kalinya sejak Agustus 2015, indeks Jepang mencapai angka 20.000.
ASX 200 Australia bertambah 0,87% atau 49,972 poin untuk mengakhiri di 5.788,1. Saham keuangan diperdagangkan lebih tinggi, sementara saham penambang besar naik lebih dari 1%.Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 1,16% atau 27,11 poin ke level 2.371,72.
Pasar di China berakhir lebih tinggi. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,42%. Indeks Shanghai naik 0,11% atau 3,3583 poin menjadi 3.105,9815 dan Shenzhen memantul 0,846% atau 14,997 poin menjadi 1.788,6033.
(ven)
Lihat Juga :