Rupiah Anteng di Zona Merah, IHSG Siang Ini Makin Ambles
Selasa, 06 Juni 2017 - 12:34 WIB
Rupiah Anteng di Zona Merah, IHSG Siang Ini Makin Ambles
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I hari ini masih enggan bergerak dari zona merah sejak tadi pagi. Kondisi tersebut seiring dengan semakin melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I masih berada di posisi Rp13.282/USD atau masih memburuk dari posisi penutupan sebelumnya. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.273-Rp13.286/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.283/USD atau masih tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.277/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.278-Rp13.291/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.285/USD dari posisi kemarin di level Rp13.287/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I semakin terjerumus di zona merah atau ke level 5.730,31 atau turun 17,92 poin setara 0,31%, dan tadi pagi dibuka ambruk 4,23 poin setara dengan 0,07% ke level 5.744,01 serta penutupan sebelumnya bertambah 5,79 poin setara 0,10% ke level 5.748,23.
Sektor saham dalam negeri mayoritas negatif dengan sektor pertambangan yang menguat tertinggi sebesar 1,34%. Sementara, sektor yang melemah terdalam yaitu aneka industri yang turun 1,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,43 miliar dengan 5,67 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp299,24 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,55 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,25 triliun. Tercatat 139 saham naik, 170 turun dan 110 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I masih berada di posisi Rp13.282/USD atau masih memburuk dari posisi penutupan sebelumnya. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.273-Rp13.286/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.283/USD atau masih tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.277/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.278-Rp13.291/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.285/USD dari posisi kemarin di level Rp13.287/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I semakin terjerumus di zona merah atau ke level 5.730,31 atau turun 17,92 poin setara 0,31%, dan tadi pagi dibuka ambruk 4,23 poin setara dengan 0,07% ke level 5.744,01 serta penutupan sebelumnya bertambah 5,79 poin setara 0,10% ke level 5.748,23.
Sektor saham dalam negeri mayoritas negatif dengan sektor pertambangan yang menguat tertinggi sebesar 1,34%. Sementara, sektor yang melemah terdalam yaitu aneka industri yang turun 1,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,43 miliar dengan 5,67 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp299,24 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,55 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,25 triliun. Tercatat 139 saham naik, 170 turun dan 110 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
(izz)
Lihat Juga :