Arab Saudi Cs dan Qatar Putus Hubungan, Pasar LNG Akan Terpengaruh

Selasa, 06 Juni 2017 - 16:18 WIB
Arab Saudi Cs dan Qatar...
Arab Saudi Cs dan Qatar Putus Hubungan, Pasar LNG Akan Terpengaruh
A A A
LONDON - Arab Saudi dan sekutu utamanya pada awal pekan kemarin memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, yang diyakini akan mempengaruhi pasar global gas alam cair (liquefied natural gas/LNG). Penghentian hubungan dengan eksportir terbesar LNG, memunculkan keprihatinan terkait pasokan untuk negara-negara tetangga yang mulai beralih ke gas.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/6/2017) Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir adalah kedua negara yang sangat bergantung kepada gas Qatar, baik itu melalui pipa atau LNG. Bahrain bahkan mengatakan bakal memutuskan semua hubungan, termasuk transportasi dengan Qatar selain hubungan diplomatik. Qatar yang merupakan pemasok kira-kira sepertiga dari kebutuhan LNG Global yakni gas alam yang sudah dikonversi menjadi bentuk cair untuk diekpor dituding mendukung gerakan ekstremisme.

Pemutusan hubungan diplomatik pertama-tama dilakukan oleh Bahrain, disusul dengan Arab Saudi pada Senin pagi (5/6). Mesir, Uni Emirat Arab, Yaman, Libia dan Maladewa kemudian menempuh langkah yang sama. Menurut Arab Saudi, Qatar menjalin hubungan dekat dengan banyak kelompok teroris, termasuk kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS).

Sebelumnya Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson yang mendampingi Presiden AS Donald Trump saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi bulan lalu menghasilkan beberapa kerja sama dalam bidang Migas (minyak dan gas bumi). CEO Exxon Mobil itu mengatakan Qatar merupakan mitra Barat untuk menjadi kunci dalam membangun ekspor besar LNG.

Kereta hubungan di Timur Tengah tersebut telah mengangkat harga minyak mentah, sedangkan pelaku pasar LNG mengambil pendekatan menunggu dan melihat serta waspada untuk kemungkinan gangguan pasokan di kawasan regional. Beberapa goncangan dalam perdagangan sedikit banyak diyakini juga akan berdampak pada pasar secara global.

Konsumen utama Qatar seperti Jepang dan India dengan cepat memiliki keyakinan bahwa kebutuhan akan mampu dipenuhi seperti biasa. Ketika timbul keretakan diplomatik, UEA melarang semua kapal yang datang atau dari Qatar yang menggunakan anchorage point off Fujairah. Larangan ini berdampak ada sekitar enam kapal LNG yang terkait dengan Qatar saat ini berlabuh di zona Fujairah yang mungkin perlu dipindahkan keluar, menurut data Thomson Reuters.

Meski begitu pelaku pasar masih yakin kondisi ini tidak akan berimbas besar terhadap pasokan. "Saya tidak melihat hal ini akan berdampak terhadap ekspor LNG dari Qatar di luar dunia Arab. Mungkin hal ini akan berdampak kepada ekspor LNG pada kawasan Timur Tengeh," ujar konsulten independen LNG dan gas industri Morten Frisch.

Namun dikawasan memanasnya hubunga Arab Saudi dan kawan-kawan dengan Qatar kemungkinan mengganggu pasokan gas dari Qatar ke UEA. Konsumsi UEA sendiri mencapai sebesar 1,8 miliar kaki kubik per harinya dari Qatar. Terlebih LNG semakin memainkan peran penting di pasar energi global sebagai komoditas yang murah, dengan jumlah besar dan relatif ramah lingkungan

Pasar global untuk LNG telah mengalami pertumbuhan yang kuat. Sejak tahun 1990, permintaan untuk LNG telah tumbuh hingga tingkat 6,2% per tahun, empat kali lebih cepat dibandingkan permintaan minyak. LNG diketahui sebagai sumber energi yang murah dan ramah lingkungan, terutama untuk pembangkit listrik. Sebagian besar LNG dijual di bawah kontrak jangka panjang dan terkait dengan harga minyak, tetapi LNG juga semakin banyak dijual di pasar spot.

Pangsa LNG dijual di pasar spot atau di bawah kontrak jangka pendek (kurang dari empat tahun) meningkat dari 25% pada tahun 2012 menjadi 29% pada tahun 2014. Di antara semua pasar LNG, Qatar adalah pemain dominan. Negara tersebut merupakan eksportir terbesar LNG di dunia yang mengekspor 31,4% dari total ekspor komoditas ini pada tahun 2015.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pangeran Abdulaziz:...
Pangeran Abdulaziz: Hubungan Rusia-Saudi Sehangat Cuaca di Riyadh
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Arab Saudi Sponsori...
Arab Saudi Sponsori Reformasi Ekonomi Yaman Senilai Rp15,7 Triliun
5 Dampak Jika Israel...
5 Dampak Jika Israel Senggol Wilayah Arab Saudi
Opera Ala Timur Tengah...
Opera Ala Timur Tengah Meriahkan Perayaan Hari Berdirinya Kerajaan Saudi
Iran Sangkal Tuduhan...
Iran Sangkal Tuduhan Saudi Soal Terorisme di Timur Tengah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved