Hindari Macet, Menhub Imbau Masyarakat Mudik Sebelum 23 Juni
Rabu, 07 Juni 2017 - 21:51 WIB
Hindari Macet, Menhub Imbau Masyarakat Mudik Sebelum 23 Juni
A
A
A
JAKARTA - Arus mudik Lebaran 2017 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Jumat dan Sabtu, 23-24 Juni 2017. Untuk itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi K Sumadi mengimbau masyarakat mudik maju 2 hari sebelum tanggal tersebut guna menghindari kemacetan.
"Itu akan mengurangi kepadatan. Kenikmatan, dan kenyamanan mudik akan tercapai daripada mesti berdesakan pada tanggal tersebut,” ujar Menhub kepada wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Menhub mengemukakan kemungkinan adanya peningkatan frekuensi kendaraan masyarakat melalui Tol Cipali pada masa mudik Lebaran 2017.
Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Polri akan menetapkan pembatasan dengan melakukan buka tutup di Cipali dengan menyarankan masyarakat menggunakan jalur selatan atau utara (non tol).
Mengenai batasan ganjil genap, Menhub mengakui ada usulan dari beberapa pihak. Namun, Presiden waktu itu memberikan catatan tolong dikaji dengan benar.
"Kami bekerjasama MTI (masyarakat Transportasi Indonesia) mengkaji. Dari kajian itu memang MTI tidak merekomendasikan untuk diberlakukan,” jelas Menhub.
Dia menyebutkan, hal ini karena waktu sosialisasi batasan ganjil genap sangat pendek karena kurang dari beberapa bulan. “Kalau kita lakukan, saya khawatir ada saudara-saudara kita yang kesasar, tidak tahu jalan, kasihan,” ujar Budi.
Selain itu, lanjur dia, bus dan truk minta pengecualian. Kalau bus dan truk minta pengecualian yang lain juga minta pengecualian. Karena itu, pemerintah memutuskan tidak memberlakukan.
Adapun mengenai pemudik yang menggunakan motor, Menhub mengingatkan, bahwa hal itu berbahaya. Secara statistik, menurutnya, lebih dari 50% kecelakaan itu pada kendaraan motor.
Sebab itu, Kementerian Perhubungan bersama dengan stakeholder bersama dengan BUMN bahkan termasuk beberapa (stasiun) TV melakukan kegiatan mudik bersama.
“Kita menyediakan mudik gratis untuk 208.000 penumpang dan 48.000 dari pemudik motor untuk dimudikkan gratis menggunakan kapal, menggunakan bus, menggunakan truk, dan menggunakan kereta. Ini di luar beberapa pihak yang mengadakan mudik-mudik yang gratis,” jelas Menhub, seraya menyampaikan apresiasinya kepada para stakeholder yang memberikan supporting dalam menangani arus mudik Lebaran kali ini.
"Itu akan mengurangi kepadatan. Kenikmatan, dan kenyamanan mudik akan tercapai daripada mesti berdesakan pada tanggal tersebut,” ujar Menhub kepada wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Menhub mengemukakan kemungkinan adanya peningkatan frekuensi kendaraan masyarakat melalui Tol Cipali pada masa mudik Lebaran 2017.
Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Polri akan menetapkan pembatasan dengan melakukan buka tutup di Cipali dengan menyarankan masyarakat menggunakan jalur selatan atau utara (non tol).
Mengenai batasan ganjil genap, Menhub mengakui ada usulan dari beberapa pihak. Namun, Presiden waktu itu memberikan catatan tolong dikaji dengan benar.
"Kami bekerjasama MTI (masyarakat Transportasi Indonesia) mengkaji. Dari kajian itu memang MTI tidak merekomendasikan untuk diberlakukan,” jelas Menhub.
Dia menyebutkan, hal ini karena waktu sosialisasi batasan ganjil genap sangat pendek karena kurang dari beberapa bulan. “Kalau kita lakukan, saya khawatir ada saudara-saudara kita yang kesasar, tidak tahu jalan, kasihan,” ujar Budi.
Selain itu, lanjur dia, bus dan truk minta pengecualian. Kalau bus dan truk minta pengecualian yang lain juga minta pengecualian. Karena itu, pemerintah memutuskan tidak memberlakukan.
Adapun mengenai pemudik yang menggunakan motor, Menhub mengingatkan, bahwa hal itu berbahaya. Secara statistik, menurutnya, lebih dari 50% kecelakaan itu pada kendaraan motor.
Sebab itu, Kementerian Perhubungan bersama dengan stakeholder bersama dengan BUMN bahkan termasuk beberapa (stasiun) TV melakukan kegiatan mudik bersama.
“Kita menyediakan mudik gratis untuk 208.000 penumpang dan 48.000 dari pemudik motor untuk dimudikkan gratis menggunakan kapal, menggunakan bus, menggunakan truk, dan menggunakan kereta. Ini di luar beberapa pihak yang mengadakan mudik-mudik yang gratis,” jelas Menhub, seraya menyampaikan apresiasinya kepada para stakeholder yang memberikan supporting dalam menangani arus mudik Lebaran kali ini.
(dmd)
Lihat Juga :