Bursa Asia Mayoritas Naik, IHSG Dibuka Malah Memerah
Jum'at, 09 Juni 2017 - 09:12 WIB
Bursa Asia Mayoritas Naik, IHSG Dibuka Malah Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah meski pelemahanya tidak terlalu dalam, namun dalam beberapa detik terus bergerak semakin melemah. Bursa saham Tanah Air pagi ini dibuka turun 3,67 poin atau 0,06% ke level 5.699,25 di tengah mayoritas bursa Asia dibuka menguat.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup berkurang 14,40 poin setara 0,25% ke level 5.702,92 di tengah mayoritas bursa saham Asia menguat.
Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi yaitu infrastruktur yang naik 0,90% dan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang turun 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp42 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,87 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp24,69 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp33,56 miliar. Tercatat 14 saham naik, 14 turun dan 17 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank central Asia Tbk (BBCA) naik Rp175 menjadi Rp18.100, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp125 menjadi Rp11.325, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp100 menjadi Rp27.300.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp250 menjadi Rp47.300, PT Bank rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp14.500, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp150 menjadi Rp74.800.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (9/6/2017), bursa saham Asia tampaknya sebagian besar mengabaikan ketidakpastian politik di Inggris. Indeks Nikkei 225 naik 0,18% pada awal perdagangan dan Indeks Kospi menguat 0,36% dan Indeks patokan Australia, S&P/ASX 200 turun 0,05%.
"Kemungkinan mayoritas Konservatif yang dikurangi atau peristiwa pemerintah minoritas tidak mungkin memiliki dampak signifikan terhadap pasar global yang lebih luas," kata Analis Pasar Saham CMC Markets Ric Spooner dalam sebuah catatan Jumat pagi ini.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup berkurang 14,40 poin setara 0,25% ke level 5.702,92 di tengah mayoritas bursa saham Asia menguat.
Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi yaitu infrastruktur yang naik 0,90% dan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri yang turun 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp42 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,87 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp24,69 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp33,56 miliar. Tercatat 14 saham naik, 14 turun dan 17 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank central Asia Tbk (BBCA) naik Rp175 menjadi Rp18.100, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp125 menjadi Rp11.325, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp100 menjadi Rp27.300.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp250 menjadi Rp47.300, PT Bank rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp150 menjadi Rp14.500, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp150 menjadi Rp74.800.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (9/6/2017), bursa saham Asia tampaknya sebagian besar mengabaikan ketidakpastian politik di Inggris. Indeks Nikkei 225 naik 0,18% pada awal perdagangan dan Indeks Kospi menguat 0,36% dan Indeks patokan Australia, S&P/ASX 200 turun 0,05%.
"Kemungkinan mayoritas Konservatif yang dikurangi atau peristiwa pemerintah minoritas tidak mungkin memiliki dampak signifikan terhadap pasar global yang lebih luas," kata Analis Pasar Saham CMC Markets Ric Spooner dalam sebuah catatan Jumat pagi ini.
(izz)
Lihat Juga :