KKP Diminta Terapkan Kebijakan Komprehensif

Jum'at, 09 Juni 2017 - 13:53 WIB
KKP Diminta Terapkan...
KKP Diminta Terapkan Kebijakan Komprehensif
A A A
JAKARTA - Aturan Kementerian Klautan dan Perikanan (KKP) cukup banyak mendapat sorotan. Kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti ini dinilai masih kurang dalam menghadirkan tata kelola perikanan nasional yang baik.

Beberapa sektor perikanan mengalami kemeresotan sejak 2014. Saat ini di berbagai daerah mengalami kesulitan pengembangan industri pengolahan dan berbagai produk kelautan dan perikanan. Kebanyakan sektor industri memilih impor bahan baku dengan kualitas kurang baik.

Melihat hal ini, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Luky Adrianto mengaku mendukung kebijakan pemerintah untuk memajukan perikanan nasional. Hanya saja dia menilai ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dengan baik sebelum membuat kebijakan.

"Saya mendukung 1.000% kebijakan perikanan yang menjamin keberlanjutan perikanan. Kebijakan saat ini sangat pro sustainability, paling tidak dalam konteks maksud besarnya. Namun, kita harus sadar bahwa sustainability in fisheries tidak hanya ekologi, tapi juga keberlanjutan sosial, ekonomi dan ditopang tata kelola perikanan yang baik," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Dia menambahkan, KKP harus bijak dalam menerjemahkan keberlanjutan perikanan ini dengan tetap berpegang pada prinsip "institutionalism" yaitu regulative, normative dan cognitive.
Kebijakan saat ini sudah memenuhi prinsip regulative dan normative, namun tidak banyak menempatkan prinsip cognitive dalam proses pengambilan keputusannya.

"Prinsip cognitive itu mendorong keterlibatan key stakeholders dalam proses. Key stakeholders ini harus yang benar-benar "domba" bukan serigala berbulu domba. Permen No 57, No 1, No 2 menurut saya tidak mengikuti kaidah ini," tuturnya.

Kebijakan perikanan nasional yang disandarkan pada Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan sudah betul. Namun, ketiganya tidak dapat dipisahkan satu sama lain sehingga kebijakan yang diambil harus sistematik, komprehensif dan tidak menimbulkan trade off satu sama lain.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved