Alasan Sri Mulyani Revisi PMK 70 untuk Azas Keadilan

Jum'at, 09 Juni 2017 - 19:37 WIB
Alasan Sri Mulyani Revisi...
Alasan Sri Mulyani Revisi PMK 70 untuk Azas Keadilan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan konkret pemerintah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.03/2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan.

Beleid tersebut tindak lanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Dalam revisi, pemerintah menganulir batas minimum nilai saldo rekening keuangan yang wajib dilaporkan secara berkala dari semula Rp200 juta menjadi Rp1 miliar.

Menurut Sri Mulyani, revisi ini dilakukan setelah mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat. Sehingga pemerintah perlu mengedepankan azas keadilan dalam mengambil keputusan mengenai batas minimal uang yang bisa diintip Direktorat Jenderal Pajak.

"Sesudah mendengar masukan dari berbagai masyarakat maka pemerintah menganggap bahwa kami fokus dan berikan perhatian kepada di atas Rp1 miliar untuk memberikan azas keadilan," kata dia di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Selain itu, banyak yang beranggapan dan bereaksi bahwa saldo minimum ini tidak adil untuk mereka yang berprofesi sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena saldo mereka banyak yang mencapai angka (Rp200 juta) tersebut.

"Maka kami coba lakukan revisi untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat," katanya.

Sri Mulyani menambahkan, dilihat dari data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), masyarakat Indonesia baik perusahaan atau orang pribadi, mereka yang memiliki rekening hingga Rp200 juta ada 199.849.842 atau 98,86% dari total rekening di Indonesia.

"Namun ternyata dari sisi nilainya, itu hanya di bawah 20 persen," katanya.

Kemudian, yang memiliki rekening antara Rp200 juta-Rp1 miliar dimiliki oleh 1,8 juta akun. Itu dari sisi persentasi kurang dari 1% dari total akun yang saldonya Rp200 juta-Rp1 miliar. "Nilai totalnya sekitar 16,25 persen," ujarnya.

Sedangkan untuk akun di atas Rp1 miliar mencapai 496.867 akun. Itu hanya 0,25% dari total akun di Indonesia. Namun jika dari sisi nilainya ada 64,2% dari total simpanan di perbankan Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dikritik Soal Pajak,...
Dikritik Soal Pajak, Sri Mulyani Maju Terus Pantang Mundur
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Kick Off Sosialisasi...
Kick Off Sosialisasi UU HPP, Sri Mulyani: Reformasi Pajak Dibutuhkan
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Akal Bulus Perusahaan Hindari Pajak
Masih Seret, hingga...
Masih Seret, hingga Agustus Penerimaan Pajak Minus 15,6%
Sri Mulyani Kantongi...
Sri Mulyani Kantongi Rp3,92 Triliun dari Pajak Digital
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
55 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved