Industri Inggris Mulai Merangkak Naik

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:12 WIB
Industri Inggris Mulai...
Industri Inggris Mulai Merangkak Naik
A A A
LONDON - Hasil produksi industri Inggris meningkat tipis dan lebih rendah dari yang diharapkan pada bulan April, berdasarkan data resmi pemerintah. Output Industri Inggris hanya lebih tinggi 0,2% di bulan April, jauh lebih rendah dari perkiraan penambahan 0,8% oleh ekonom sebelumnya.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (10/6/2017) komponen kuncu dari pertumbuhan industri secara keseluruhan yakni manufaktur naik sebesar 0,2% atau jauh lebih lemah dari yang diprediksi. Kantor Statistik Nasional (ONS) juga menunjukkan defisit perdagangan di Inggris berkurang pada bulan April.

Defisit perdagangan mempersempit menjadi 10,4 miliar pounds dari 12 miliar pounds di bulan Maret, terutama disebabkan karena penurunan tajam impor. Keseluruhan defisit perdagangan mencakup barang dan layanan menyusut ke posisi 2, 1 miliar pound pada April dari sebelumnya 3,9 miliar poundsterling.

ONS menerangkan bahwa dalam tiga bulan terakhir hingga April 2017, tercatat output industri turun 1,2% terimbas kejatuhan sektor energi dan manufaktur. Terlihat sejak awal tahun ekonomi Inggris seperti kehilangan momentum dalam beberapa bulan pertama di 2017.

Bulan lalu, ONS memperkirakan bahwa perekonomian akan tumbuh hanya 0,2% dalam tiga bulan pertama tahun 2017. Ini menjadi catatan terburuk Inggris di antara bangsa-bangsa G7 dalam kuartal pertama tahun ini.

Lebih lanjut ONS menambahkan perlambatan kuartal pertama sebagian karena berfokus pada konsumen industri yang tertekan ketika banyak orang yang mengurangi pengeluaran mereka dalam menghadapi mempercepat inflasi. Untuk kuartal pertama secara keseluruhan, output industri hanya meningkat tipis sebesar 0,1% dan pertumbuhan manufaktur melambat menjadi 0,3%.

Perekonomian Inggris telah melambat tahun ini setelah pada awalnya menghadapi kejutan keputusan oleh pemilih untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) dalam sebuah referendum alias Brexit pada Juni 2016. Perlambatan dan ketidakpastian tentang hubungan masa depan Inggris dengan Uni Eropa telah menambah harapan bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
44 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
3 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
14 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved