IHSG Berakhir Menguat di Level 5.691, Bursa Asia Defensif
Senin, 12 Juni 2017 - 16:25 WIB
IHSG Berakhir Menguat di Level 5.691, Bursa Asia Defensif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan menjaga tren positif sepanjang hari ini untuk berakhir di level 5.691,44 dengan tambahan 15,91 poin atau 0,28%. Pada sesi I, bursa saham Tanah Air menguat 32,08 poin atau 0,57% ke level 5.707,61 dan tadi pagi meningkat 0,80 poin yang setara dengan 0,01% ke posisi 5.676,3.
Sedangkan pada penutupan sebelumnya akhir pekan kemarin, IHSG ditutup tak berdaya di zona merah dengan kehilangan 27,40 poin ke level 5.675,52. Di sisi lain hingga perdagangan sore, lonjakan IHSG hari ini ditopang kenaikan tertinggi pada sektor aneka industri 1,34% dan pelemahan terdalam terjadi di sektor tambang dengan penurunan 0,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,11 triliun dengan 5,92 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp619,07 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,83 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,45 triliun. Tercatat sebesar 175 saham menguat, 164 melemah dan 115 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.250 menjadi Rp77.750, PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) melompat Rp98 menjadi Rp498 dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meningkat Rp90 menjadi Rp4.090.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp280 menjadi Rp4.500, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) melemah Rp120 menjadi Rp3.700 dan PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) menyusut Rp80 menjadi Rp3.010.
Seperti dilansir CNBC, Senin (12/6/2017) mayoritas bursa saham Asia berakhir pada teritori negatif pada perdagangan awal pekan hari ini, menjelang pertemuan dua hari Bank Sentral AS atau Federal Reserve. Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup menyusut 104,68 poin atau setara dengan 0,52% ke level 19.908,58 saat indeks Kospi Korea Selatan jatuh mencapai sebesar 1% atau 23,82 poin dan berakhir di posisi 2.357,87
Pelemahan juga terjadi pada bursa saham di daratan China ketika komposit Shanghai kehilangan 0,57% atau 17,95 poin menjadi 3.140,4504 dan komposit Shenzhen merosot 1,099% atau 20,4032 poin untuk ditutup pada posisi 1.836,7621. Indeks Hang Seng tak terkecuali juga memerah pada level 25.708,04 dengan pelemahan sebesar 322.25 poin atau 1,24%.
Di sisi lain pasar saham di Australia, Malaysia dan Filipina hari ini ditutup karena libur. Bank Sentral menaruh fokus kepada keputusan The Fed terkait tingkat suku bunga akhir pekan ini. Kemudian Bank of England dan Bank of Japan yang juga menggelar pertemuan mingguan mereka cenderung mengawasi dengan ketat. Sementara pada perdagangan hari ini saham teknologi tengah berada di bawah tekanan.
Sedangkan pada penutupan sebelumnya akhir pekan kemarin, IHSG ditutup tak berdaya di zona merah dengan kehilangan 27,40 poin ke level 5.675,52. Di sisi lain hingga perdagangan sore, lonjakan IHSG hari ini ditopang kenaikan tertinggi pada sektor aneka industri 1,34% dan pelemahan terdalam terjadi di sektor tambang dengan penurunan 0,56%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,11 triliun dengan 5,92 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp619,07 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,83 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,45 triliun. Tercatat sebesar 175 saham menguat, 164 melemah dan 115 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.250 menjadi Rp77.750, PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) melompat Rp98 menjadi Rp498 dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meningkat Rp90 menjadi Rp4.090.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp280 menjadi Rp4.500, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) melemah Rp120 menjadi Rp3.700 dan PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) menyusut Rp80 menjadi Rp3.010.
Seperti dilansir CNBC, Senin (12/6/2017) mayoritas bursa saham Asia berakhir pada teritori negatif pada perdagangan awal pekan hari ini, menjelang pertemuan dua hari Bank Sentral AS atau Federal Reserve. Tercatat indeks Nikkei Jepang ditutup menyusut 104,68 poin atau setara dengan 0,52% ke level 19.908,58 saat indeks Kospi Korea Selatan jatuh mencapai sebesar 1% atau 23,82 poin dan berakhir di posisi 2.357,87
Pelemahan juga terjadi pada bursa saham di daratan China ketika komposit Shanghai kehilangan 0,57% atau 17,95 poin menjadi 3.140,4504 dan komposit Shenzhen merosot 1,099% atau 20,4032 poin untuk ditutup pada posisi 1.836,7621. Indeks Hang Seng tak terkecuali juga memerah pada level 25.708,04 dengan pelemahan sebesar 322.25 poin atau 1,24%.
Di sisi lain pasar saham di Australia, Malaysia dan Filipina hari ini ditutup karena libur. Bank Sentral menaruh fokus kepada keputusan The Fed terkait tingkat suku bunga akhir pekan ini. Kemudian Bank of England dan Bank of Japan yang juga menggelar pertemuan mingguan mereka cenderung mengawasi dengan ketat. Sementara pada perdagangan hari ini saham teknologi tengah berada di bawah tekanan.
(akr)
Lihat Juga :