Bursa Asia Lebih Rendah, IHSG Berakhir Melonjak Naik
Rabu, 14 Juni 2017 - 16:21 WIB
Bursa Asia Lebih Rendah, IHSG Berakhir Melonjak Naik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menghijau hingga sesi penutupan hari ini. Bursa saham dalam negeri ditutup menguat 85,25 poin atau setara 1,49% ke level 5.792,90 saat mayoritas bursa utama saham Asia lebih rendah.
IHSG pada perdagangan sesi I menjaga tren penguatan usai memperoleh tambahan 27,42 poin atau 0,48% menjadi 5.735,06 dan pada perdagangan tadi pagi dibuka meningkat 6,45 poin atau 0,11% ke posisi 5.714,10. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat ke level 5.707,65 dengan lonjakan 16,21 poin atau 0,28%.
Sektor saham dalam negeri hampir tanpa terkecuali sore ini berada dalam jalur positif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor properti yang melesat 2,14% diikuti pertambangan dengan lompatan 1,44%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,49 triliun dengan 7,43 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp267,36 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp1,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,63 triliun. Tercatat sebesar 218 saham menguat, 135 melemah dan 109 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.175 menjadi Rp78.850, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) bertambah Rp290 menjadi Rp4.630 dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp290 menjadi Rp1.480.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) menyusut Rp850 menjadi Rp6.000, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turun Rp435 menjadi Rp1.315 serta PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) berkurang Rp190 menjadi Rp4.400.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (14/6/2017) kebanyakan pasar saham Asia hingga perdagangan sore hari ini lebih rendah, ketika investor masih menilai data ekonomi China. Sentimen selanjutnya datang dari harapan terkait keputusan Federal Reserve atau The Fed mengenai kebijakan moneter.
Indeks Nikkei Jepang tergelincir ke teritori negatif untuk menutup lebih rendah usai kehilangan 0,08% atau setara dengan 15,23 poin di level 19.883,52. Tren negatif juga terjadi pada bursa saham Korea Selatan yakni Kospi yang menyusut 0,09% atau 2,06 poin untuk berakhir pada posisi 2.372,64.
Di sisi lain pasar saham Australia ASX 200 melonjak 1,06% atau 61,134 poin menjadi 5.833,9 ketika keseluruhan sub indeks trading lebih tinggi dipimpin lonjakan sub sektor teknologi informasi dan kesehatan. Selanjutnya pasar saham China juga diperdagangkan lebih rendah, setelah merilis data ekonomi di awal sesi.
Komposit Shanghai tergelincir 0,73% atau setara dengan 23,07 poin di posisi 3.130,67 hingga perdagangan sore untuk mengiringi kejatuhan komposit Shenzhen mencapai sebesar 0,382% atau 7,0957 poin untuk mengakhiri tengah pekan di level 1.852,78. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir menghijau usai memperoleh tambahan 23,80 atau 0,09% ke posisi 25.875,90.
IHSG pada perdagangan sesi I menjaga tren penguatan usai memperoleh tambahan 27,42 poin atau 0,48% menjadi 5.735,06 dan pada perdagangan tadi pagi dibuka meningkat 6,45 poin atau 0,11% ke posisi 5.714,10. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat ke level 5.707,65 dengan lonjakan 16,21 poin atau 0,28%.
Sektor saham dalam negeri hampir tanpa terkecuali sore ini berada dalam jalur positif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor properti yang melesat 2,14% diikuti pertambangan dengan lompatan 1,44%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,49 triliun dengan 7,43 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp267,36 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp1,90 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,63 triliun. Tercatat sebesar 218 saham menguat, 135 melemah dan 109 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.175 menjadi Rp78.850, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) bertambah Rp290 menjadi Rp4.630 dan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp290 menjadi Rp1.480.
Sementara, beberapa saham yang melemah yakni Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) menyusut Rp850 menjadi Rp6.000, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turun Rp435 menjadi Rp1.315 serta PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) berkurang Rp190 menjadi Rp4.400.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (14/6/2017) kebanyakan pasar saham Asia hingga perdagangan sore hari ini lebih rendah, ketika investor masih menilai data ekonomi China. Sentimen selanjutnya datang dari harapan terkait keputusan Federal Reserve atau The Fed mengenai kebijakan moneter.
Indeks Nikkei Jepang tergelincir ke teritori negatif untuk menutup lebih rendah usai kehilangan 0,08% atau setara dengan 15,23 poin di level 19.883,52. Tren negatif juga terjadi pada bursa saham Korea Selatan yakni Kospi yang menyusut 0,09% atau 2,06 poin untuk berakhir pada posisi 2.372,64.
Di sisi lain pasar saham Australia ASX 200 melonjak 1,06% atau 61,134 poin menjadi 5.833,9 ketika keseluruhan sub indeks trading lebih tinggi dipimpin lonjakan sub sektor teknologi informasi dan kesehatan. Selanjutnya pasar saham China juga diperdagangkan lebih rendah, setelah merilis data ekonomi di awal sesi.
Komposit Shanghai tergelincir 0,73% atau setara dengan 23,07 poin di posisi 3.130,67 hingga perdagangan sore untuk mengiringi kejatuhan komposit Shenzhen mencapai sebesar 0,382% atau 7,0957 poin untuk mengakhiri tengah pekan di level 1.852,78. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir menghijau usai memperoleh tambahan 23,80 atau 0,09% ke posisi 25.875,90.
(akr)
Lihat Juga :