Penerbangan Murah Membuat Pesawat Jadi Primadona Bagi Pemudik
Rabu, 14 Juni 2017 - 21:34 WIB
Penerbangan Murah Membuat Pesawat Jadi Primadona Bagi Pemudik
A
A
A
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) optimistis moda transportasi udara alias pesawat menjadi primadona masyarakat yang akan melakukan mudik Idul Fitri. Alasannya semakin banyak maskapai yang menawarkan penerbangan murah (low cost carrier/LCC) yang harganya mudah dijangkau masyarakat.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin memperkirakan, tahun ini lalu lintas penumpang selama musim mudik Idul Fitri mencapai 8,7 juta trafik, atau naik 4,7% dibanding tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 5,3 juta diantaranya dikontribusikan oleh Bandara Soekarno-Hatta.
Sedangkan pergerakan pesawat (aircraft movement), diperkirakan mencapai 59.300 pergerakan selama 27 hari musim mudik. Jumlah ini naik 3,6% hingga 3,7% dibanding tahun lalu.
"Dari angka itu, kesimpulannya bahwa moda transportasi udara masih jadi primadona. Karena dinamisnya dan karena kecepatannya," katanya dalam acara buka puasa bersama PT Angkasa Pura II (Persero) di Keraton The Plaza, Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Selain karena semakin massifnya pertumbuhan penerbangan murah, sambung dia, pemicu lain transportasi udara menjadi primadona karena daya beli masyarakat yang meningkat. Serta, ada beberapa kondisi dimana moda transportasi lain sifatnya terbatas.
"Seperti kereta api, tiga bulan lalu sudah habis tiketnya. Jadi mereka akhirnya mencari alternatif ke udara. Inilah tugas kami, ingin jaminkan bahwa moda transportasi udara menjadi poin cukup penting," tandasnya.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin memperkirakan, tahun ini lalu lintas penumpang selama musim mudik Idul Fitri mencapai 8,7 juta trafik, atau naik 4,7% dibanding tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 5,3 juta diantaranya dikontribusikan oleh Bandara Soekarno-Hatta.
Sedangkan pergerakan pesawat (aircraft movement), diperkirakan mencapai 59.300 pergerakan selama 27 hari musim mudik. Jumlah ini naik 3,6% hingga 3,7% dibanding tahun lalu.
"Dari angka itu, kesimpulannya bahwa moda transportasi udara masih jadi primadona. Karena dinamisnya dan karena kecepatannya," katanya dalam acara buka puasa bersama PT Angkasa Pura II (Persero) di Keraton The Plaza, Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Selain karena semakin massifnya pertumbuhan penerbangan murah, sambung dia, pemicu lain transportasi udara menjadi primadona karena daya beli masyarakat yang meningkat. Serta, ada beberapa kondisi dimana moda transportasi lain sifatnya terbatas.
"Seperti kereta api, tiga bulan lalu sudah habis tiketnya. Jadi mereka akhirnya mencari alternatif ke udara. Inilah tugas kami, ingin jaminkan bahwa moda transportasi udara menjadi poin cukup penting," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :