Harga Minyak Turun Dekati Level Terendah dalam Tujuh Bulan

Kamis, 15 Juni 2017 - 08:49 WIB
Harga Minyak Turun Dekati...
Harga Minyak Turun Dekati Level Terendah dalam Tujuh Bulan
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia kembali terperosok alias melemah mendekati level terendah dalam tujuh bulan. Kondisi ini terpengaruh persediaan global yang tinggi dan keraguan mengenai kemampuan OPEC untuk menerapkan pemotongan produksi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/6/2017), harga minyak mentah Brent turun 7 sen atau 0,2% menjadi USD46,93 per barel pada pukul 00.53 GMT, setelah merosot hampir 4% pada sesi sebelumnya. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 12 sen atau 0,3% menjadi USD44,61 per barel.

Tolok ukur berjangka minyak mentah berada di dekat tingkat terendah sejak akhir November tahun lalu ketika penurunan terjadi produksi yang dipimpin oleh Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang diumumkan utnuk pertama kali.

Harga minyak brent dan WTI turun lebih dari 12% sejak dibuka pada 25 Mei, ketika terjadi kesepakatan untuk memperpanjang pemotongan produksi sampai akhir kuartal pertama tahun depan, dan bukannya berakhir bulan ini seperti yang direncanakan semula.

"Ekspor OPEC 2017 hanya turun sebesar 0,3 juta barel per hari (bpd) dari baseline Oktober 2016," kata analis AB Bernstein dalam sebuah catatannya.

Janji OPEC akan mengurangi sekitar 1,2 juta bpd, sementara produsen lain termasuk Rusia akan mengurangi total menjadi hampir 1,8 juta bpd. Namun, beberapa anggota OPEC termasuk Nigeria dan Libya telah dibebaskan dari pemotongan produksi, dan produksi mereka yang meningkat merongrong upaya yang dipimpin Arab Saudi.

Sementara itu, produksi di Amerika Serikat yang tidak berpartisipasi dalam kesepakatan tersebut telah melonjak lebih dari 10% sepanjang tahun lalu menjadi 9,33 juta bph.

"Pertumbuhan produksi di Libya dan Nigeria dan penambahan rig di AS semakin menyulitkan gambaran tersebut, meningkatkan keraguan pada strategi OPEC. Untuk persediaan OECD untuk kembali ke tingkat yang dinormalisasi, OPEC perlu menguras 34 juta barel per bulan atau 1 juta barel untuk 10 bulan ke depan. Ini terlihat menantang," kata AB Bernstein.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pekan ini bahwa pasokan minyak tahun depan masih akan melampaui permintaan meskipun konsumsi mencapai 100 juta barel per hari untuk pertama kalinya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved