BPS: Konflik Negara Teluk dan Qatar Tak Pengaruhi Indonesia

Kamis, 15 Juni 2017 - 16:58 WIB
BPS: Konflik Negara...
BPS: Konflik Negara Teluk dan Qatar Tak Pengaruhi Indonesia
A A A
JAKARTA - Gejolak kondisi geopolitik Timur Tengah setelah sejumlah negara teluk di antaranya Arab Saudi, Uni Emirates Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dinilai belum berpengaruh terhadap kegiatan perdagangan dunia termasuk Indonesia. Apalagi menurut Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) M Sairi Hasbullah volume perdagangan Indonesia dan Qatar relatif kecil.

"BPS belum melihat pengaruh yang bakal signifikan. Kalau kondisinya baru sebatas pemboikotan terhadap Qatar oleh beberapa negara Teluk. Kemudian, kalau bicara impor Qatar dari Asia Tenggara apakah akan terganggu? Ya jawabannya enggak, karena menurut kami dengan stok yang ada di Qatar, perekonomiannya cukup kuat," kata Sairi di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

(Baca Juga: Neraca Perdagangan Mei 2017 Surplus USD470 Juta )

Menurutnya jika sekadar boikot, lanjutnya memang akan terjadi shock sesaat namun sebetulnya ekonomi Qatar cukup kuat. Kemungkinannya, aksi boikot bisa dari barang substitusi dengan negara lain, karena penduduk Qatar hanya 2,5 juta.

"Ekonomi Qatar juga masih bisa hidup dari industri pariwisata. Apakah industri ini akan terganggu? Belum tentu. Jadi ekspor impor Qatar tidak terlalu terpengaruh, karena mereka tidak perlu impor banyak untuk 2,5 juta penduduk," terang dia.

Kemudian untuk investasi di Qatar, foreign direct investment mereka yakni AS, Jepang dan Korea yang paling dominan sehingga tidak akan terlalu terpengaruh. "Pengaruhnya akan ada, namun untuk Indonesia tidak akan begitu terpengaruh. Kecuali ada hal lebih ya seperti perang, Iran bersatu dengan Turki dan lainnya, itu akan berikan dampak ke kita," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Indef Bingung, Strategi...
Indef Bingung, Strategi Perdagangan Indonesia Berorientasi Ekspor atau Impor?
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Neraca Dagang Mei Diprediksi...
Neraca Dagang Mei Diprediksi Surplus USD697 Juta
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
6 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
7 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
7 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
7 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
8 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
8 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved