IHSG Dibuka Memerah Saat Bursa Utama Asia Variatif
Jum'at, 16 Juni 2017 - 09:37 WIB
IHSG Dibuka Memerah Saat Bursa Utama Asia Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka memerah, untuk melanjutkan tren negatif sejak kemarin. Bursa saham Tanah Air pagi ini turun 3,99 poin setara dengan 0,07% ke level 5.772,30 saat bursa Asia dibuka mixed (variatif).
Pada perdagangan kemarin, IHSG juga ditutup anjlok usai kehilangan 16,61 poin setara 0,29% ke level 5.776,28. Pelemahan IHSG sebelumnya dipimpin aneka industri terdepresiasi sebesar 2,31% dan industri dasar menguat sendirian yang naik 0,20%.
Sementara pada sesi pembukaan akhir pekan, sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Kenaikan tertinggi terjadi pada industri dasar mencapai 0,50% dan sektor aneka industri tergelincir 0,12%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp248 miliar dengan 408 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp32,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp85,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp117,5 miliar. Tercatat 121 saham naik, 41 turun dan 99 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Panasia Indo Resources Tbk. (HDTX) naik Rp120 menjadi Rp620, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp75 menjadi Rp5.425 dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) meningkat Rp57 menjadi Rp238.
Saham lainnya yang melemah di antaranya adalah PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp650 menjadi Rp79.350 serta PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp175 menjadi Rp6.200 hingga PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) yang berkurang Rp100 ke posisi Rp14.725.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (16/6/2017) pasar saham Asia diperdagangkan mixed pada akhir pekan ini mengikuti kejatuhan saham teknologi yang menyeret Wall Street lebih rendah. Ditambah sentimen yang datang dari Bank of Japan yang berencana mengeluarkan kebijakan terbaru.
Indeks patokan Nikkei 225 Jepang memperoleh tambahan 0,54% dan indeks Korea Selatan Kospi menghapus keuntungan di awal perdagangan usai berkurang 0,12%. Sedangkan bursa Australia ASX 200 lebih tinggi 0,45% didorong catatan positif sektor informasi teknologi dan sub keuangan yang masing-masing meningkat 0,97% dan 0,63%.
Hasil positif juga dicetak bursa saham Hong Kong ketika indeks Hang Seng memperoleh tambahan 0,36%. Di daratan China, komposit Shanghai turun 0,22% ketika komposit Shenzhen justru naik tipis 0.011%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG juga ditutup anjlok usai kehilangan 16,61 poin setara 0,29% ke level 5.776,28. Pelemahan IHSG sebelumnya dipimpin aneka industri terdepresiasi sebesar 2,31% dan industri dasar menguat sendirian yang naik 0,20%.
Sementara pada sesi pembukaan akhir pekan, sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Kenaikan tertinggi terjadi pada industri dasar mencapai 0,50% dan sektor aneka industri tergelincir 0,12%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp248 miliar dengan 408 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp32,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp85,4 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp117,5 miliar. Tercatat 121 saham naik, 41 turun dan 99 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Panasia Indo Resources Tbk. (HDTX) naik Rp120 menjadi Rp620, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp75 menjadi Rp5.425 dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) meningkat Rp57 menjadi Rp238.
Saham lainnya yang melemah di antaranya adalah PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp650 menjadi Rp79.350 serta PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp175 menjadi Rp6.200 hingga PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) yang berkurang Rp100 ke posisi Rp14.725.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (16/6/2017) pasar saham Asia diperdagangkan mixed pada akhir pekan ini mengikuti kejatuhan saham teknologi yang menyeret Wall Street lebih rendah. Ditambah sentimen yang datang dari Bank of Japan yang berencana mengeluarkan kebijakan terbaru.
Indeks patokan Nikkei 225 Jepang memperoleh tambahan 0,54% dan indeks Korea Selatan Kospi menghapus keuntungan di awal perdagangan usai berkurang 0,12%. Sedangkan bursa Australia ASX 200 lebih tinggi 0,45% didorong catatan positif sektor informasi teknologi dan sub keuangan yang masing-masing meningkat 0,97% dan 0,63%.
Hasil positif juga dicetak bursa saham Hong Kong ketika indeks Hang Seng memperoleh tambahan 0,36%. Di daratan China, komposit Shanghai turun 0,22% ketika komposit Shenzhen justru naik tipis 0.011%.
(akr)
Lihat Juga :