Angka Inflasi di Jatim Diprediksi Terkendali

Kamis, 29 Juni 2017 - 08:52 WIB
Angka Inflasi di Jatim...
Angka Inflasi di Jatim Diprediksi Terkendali
A A A
JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperkirakan inflasi bulanan pada Juni 2017 berkisar 0,54%-0,64%, atau lebih baik dibanding Ramadan-Lebaran tahun lalu yang tercatat sebesar 0,76%. Salah satu penyebabnya adalah cenderung turunnya harga volatile food.

Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan KPBI Provinsi Jatim, Taufik Saleh mengemukakan, berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan pada Minggu ketiga bulan Juni ditemukan adanya kecenderungan harga bahan pokok yang justru mengalami penurunan.

Menurunnya harga ditengah permintaan yang meningkat pada momen Ramadhan-Lebaran tahun ini, kata dia, merupakan kesuksesan pengendalian harga di daerah sesuai dengan program dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Untuk menjaga kestabilan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran, TPID Jatim memperkuat informasi harga dan stok melalui Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok)," ujarnya.

Cara ini, lanjut Taufik, ditunjang dengan penempatan televisi di pasar rakyat sebagai media informasi harga. TPID juga meningkatkan akses bahan pokok melalui gerai stabilisasi harga seperti Kios Pangan Operasi Pasar (Kippas), Toko Tani Indonesia, e-warung, Rumah Pangan Kita (RPK), serta menyelenggarakan operasi pasar mandiri serta bantuan ongkos angkut.

Di samping itu, TPID juga melakukan penguatan data dan informasi yang terkait pergerakan komoditas yang saat ini digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. "Salah satunya melalui sistem informasi perdagangan antar provinsi. Ini untuk memperkuat konektivitas antar. Sehingga biaya logistik semakin efisien dan pasokan bisa terjaga," imbuhnya.

Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi KPBI Provinsi Jatim, Dery Rossianto, menambahkan, meski inflasi selama Ramadhan-Lebaran tahun ini cenderung terkendali, namun secara umum inflasi Jatim di tahun 2017 masih dibayangi risiko kenaikan administered price khususnya rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif tenaga listrik (TTL) untuk pelanggan 900 VA dari Rumah Tangga Mampu (RTM).

"Kondisi ini diperburuk dengan adanya peningkatan tarif angkutan antar kota dan udara saat Lebaran serta dampak tahunan penyesuaian biaya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Ardi Prasetiyawanmengatakan, untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok dan inflasi daerah, setiap hari Kamis dan Jumat pada minggu kedua setiap bulan selama tahun ini digelar pasar murah. Program ini dinamakan Kippas. Harga komoditi yang dijual di kios Kippas telah ditentukan oleh Disperindag dengan keuntungan 3% dari harga kulakan. Kippas dibentuk untuk memotong distribusi perdagangan dari produsen ke konsumen.

"Kippas sifatnya hanya untuk stabilisasi harga agar bisa bersaing dan bukan untuk mematikan pedagang di pasar. Dengan konsep ini diharapkan harga di pasar bisa terkendali dan stabil," katanya. (lukman hakim)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved