Cara Sri Mulyani Antisipasi Utang Pemerintah yang Membengkak

Senin, 03 Juli 2017 - 17:34 WIB
Cara Sri Mulyani Antisipasi...
Cara Sri Mulyani Antisipasi Utang Pemerintah yang Membengkak
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku ingin mengantisipasi utang pemerintah yang terus meningkat. Salah satunya dengan menekan alokasi pendanaan yang tidak strategis.

Seperti diketahui, total utang pemerintah pusat tercatat sebesar Rp3.672,33 triliun. Dalam sebulan, utang ini naik Rp4,92 triliun dibandingkan jumlah di April 2017 yang sebesar Rp3.667,41 triliun.

"Soal utang yang meningkat, kami terus jaga secara hati-hati. Saya menteri keuangan yang sangat ingin supaya pendanaan pembangunan kita, kalau kami ingin kurangi utang maka penerimaan pajak harus dinaikkan," kata Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Salah satu yang dilakukan di sektor penerimaan pajak, dengan melakukan reformasi sistem perpajakan serta memantau potensi penerimaan dari berbagai aktivitas perekonomian. Lalu, pemerintah juga akan menerapkan pengalokasian belanja secara baik dan hati-hati.

"Jadi, entah dari jenis belanjanya maupun dari efisiensi belanjanya yang perlu diperhatikan, jadi dengan adanya keseimbangan di penerimaan lalu strategi belanja kita harapkan defisit akan terus menerus bisa ditekan," jelas dia.

Sri Mulyani menambahkan, untuk fokus belanja yang memang betul-betul dipertahankan yakni, yang berada di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang menentukan masa depan Indonesia. Sehingga untuk belanja-belanja di sektor tersebut, tak boleh ada penundaan.

Dia mengatakan, sedapat mungkin utang akan dialokasikan untuk belanja modal dan proyek yang produktif. "Jadi sedapat mungkin penerimaan pajak kita dapat memenuhi kebutuhan dasar itu, kalaupun berutang sedapat mungkin untuk belanja modal dan menghasilkan produktivitas dan tingkat pengembalian bisa terbayarkan kembali," tuturnya.

Selain itu, Sri Mulyani memastikan bahwa rasio utang Indonesia masih akan tetap terkendali. Karena secara nasional masih 30% di bawah pendapatan domestik bruto (PDB) begitu juga dengan defisit anggarannya yang dibatasi maksimal sebesar 3%.

Dia membandingkan dengan negara-negara emerging market yang utangnya masih tinggi sekali seperti India, Brasil, Meksiko, dan Argentina, Indonesia merupakan negara yang masih relatif terjaga dalam soal utang.

"Kita akan tetap menjaga ekonomi Indonesia dan pengelolaan utang secara hati-hati dan transparan. Hal ini agar masyarakat memahami, sehingga mereka melihat pilihannya kenapa kita berutang, dan untuk apa kita berutang, bagaimana mengelolanya. Jadi, tidak menjadi cerita yang terlalu mengkhawatirkan bagi masyarakat, tapi masyarakat berhak tahu dan kita menyampaikan serta menjaganya," tutur Sri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Negara Meningkat...
Utang Negara Meningkat Selama Pandemi
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
10 Negara Tanpa Utang...
10 Negara Tanpa Utang Publik, Salah Satunya dalam Kondisi Berperang
Prabowo Teken PP Hapus...
Prabowo Teken PP Hapus Utang Macet UMKM, Petani, hingga Nelayan, Catat Syaratnya
Apa yang Terjadi Jika...
Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Serem Nih...
Utang Negara Rp6.570,17...
Utang Negara Rp6.570,17 Triliun Bisa Dibayar Lewat Pajak, Ekonom: Terlalu Sederhana
Berita Terkini
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
16 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
51 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
3 jam yang lalu
Infografis
Per Juli 2024, Pemerintah...
Per Juli 2024, Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved