Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Serem Nih...

Senin, 20 Juni 2022 - 10:59 WIB
loading...
Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Serem Nih...
Apa yang terjadi jika negara bangkrut akibat salah mengelola utang? Banyak kerusuhan, kelaparan atau banyak kota mati seperti di film-film. FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - Apa yang terjadi jika negara bangkrut akibat salah mengelola utang? Terjadi banyak kerusuhan, kelaparan atau banyak kota mati seperti yang terjadi di film-film.

Pada dasarnya bangkrutnya sebuah negara berbeda dengan perusahaan. Perusahaan bangkrut biasanya akan bubar jalan, sedangkan negara yang bangkrut, negaranya tetap ada tapi warganya banyak yang bubar. Melansir dari sejumlah sumber, negara mana saja yang sudah mengalami?

1. Yunani

Negara di Eropa Timur ini menjadi negara maju yang bangkrut. Pada 1930 atau tidak lama setelah kemerdekaan, Yunani mengambil utang perdana dengan nominal cukup besar.

Tapi utang perdana tersebut justru membuat Yunani punya kebiasaan baru, yaitu hobi utang dan terancam bangkrut 4 tahun setelahnya bahkan 66 tahun kemudian. Tapi bukannya memperbaiki kebijakan, Yunani justru tambah boros.

Kondisi ekonomi Yunani tambah parah ketika negara tersebut ikut menggunakan mata uang Euro. Yunani jadi tidak bisa mencetak uang sembarangan, padahal negaranya lagi butuh uang.

Hal inipun bikin utang Yunani makin melonjak, apalagi ada faktor lain yang membuat Yunani semakin sulit bayar utang. Sampai akhirnya, Yunani resmi bangkrut pada 2009. Sebenarnya, saat itu otoritas Eropa dan swasta mau meminjamkan uang karena jika tidak dibantu nilai Euro bisa ambruk dan negara lain ikut rugi.

Tapi sayangnya, pinjaman yang ditawarkan ternyata ada syaratnya. Yunani diminta untuk berhemat dan meningkatkan pajak mereka sehingga bukan mengurangi utang tapi justru membuat ekonomi Yunani semakin sekarat.Baca Juga: Nestapa Sri Lanka, Politik Dinasti Berujung Bangkrutnya Negara

2. Zimbabwe

Zimbabwe negara yang bisa dikatakan berhasil. Pada 1980, pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) Zimbabwe mencapai 5,2 persen, padahal rata-rata pertumbuhan Gross Domestik Bruto GDP dunia hanya 1,86 persen.

Namun lagi-lagi pemerintahan yang membuat kesalahan pengelolaan utang sehingga menjadi terpuruk. Saat belum berhasil bangkit sepenuhnya, Zimbabwe ikut serta dalam konflik Kongo membuat kehabisan devisa.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1053 seconds (10.101#12.26)