Peremajaan KA Prameks Tunggu Infrastruktur KRL

Sabtu, 08 Juli 2017 - 01:38 WIB
Peremajaan KA Prameks...
Peremajaan KA Prameks Tunggu Infrastruktur KRL
A A A
SOLO - Kereta Api (KA) Prambanan Ekspress (Prameks) mendesak diremajakan. Onderdil KA yang melayani penumpang Solo menuju Yogyakarta maupun sebaliknya, kini dari kanibal dari KA lainnya.

Kepala PT Kereta Api Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta Hendy Helmy mengatakan, peremajaan yang dilakukan bukan sekadar menambah. Melainkan harus diganti semuanya. Dari empat rangakaian KA Prameks, tiga diantaranya beroperasi penuh dan satu lainnya sebagai cadangan.

"Namun banyak keluhan dari masyarakat yang menilai kondisinya bukan bertambah baik, tapi makin kurang," tandas Hendy Helmy di Solo, Jumat (7/7/2017). Hal itu diakui mengingat orderdil KA Prameks sudah tua, dan hasil kanibal dari KA lainnya.

Karena itu, PT KAI berencana membeli KA baru sebagai pengganti Prameks. Namun hal ini masih menunggu penyelesaian infrastruktur Kereta Rel Listrik (KRL). “Semuanya tergantung departemen,” tandasnya.

Apabila infrastruktur rel dengan aliran listrik ada, maka peremajaan Prameks menjadi KRL juga dapat segera dilaksanakan. KA peremajaan Prameks harus memesan ke luar negeri mengingat PT INKA masih berkonsentrasi membuat KA biasa.

Dengan listrik, maka KRL lebih sederhana, simpel, dan praktis jika dibandingkan dengan komuter. Selain itu, kapasitasnya juga dapat lebih meningkat dibanding sekarang.

Satu rangkaian KA Prameks kini baru mampu mengangkut sekitar 300 orang. Namun dengan KRL, maka dapat dinaikkan menjadi 600 orang karena kemampuan power dan kemampuan angkut lebih besar.

"Prameks saat ini masih aman dalam layak digunakan. Tapi powernya yang kadang terganggu," bebernya. Mengenai okupansi, KA Prameks hanya penuh saat pagi dan sore. Sedangkan di saat siang hari cenderung lebih sedikit.

Dalam kesempatan itu, Hendy juga menyebut mengenai rencana pengoperasian KA dari Yogyakarta-Solo-Semarang. KA ditargetkan dapat beroperasi mulai tahun ini. Pihaknya belum dapat memastikan apakah KA tersebut bersifat komersial atau penugasan. DAOPS VI Yogyakarta pada tahun ini juga akan melakukan perbaikan fasilitas di Stasiun Porwosari dan Stasiun Balapan di Kota Solo.

Perbaikan di Stasiun Purwosari antara lain penggantian lantai menjadi keramik, musala, tenant, kapasitas ruang tunggu, ATM, serta sistem ticketing dan boarding. Sedangkan di Stasiun Balapan antara lain ruang tunggu loket, serta area parkir diperlebar.

Mengenai keberadaan Sky Bridge yang menghubungkan Stasiun Balapan dengan Terminal Tirtonadi, saat ini telah difungsikan meski belum sepenuhnya maksimal.

Ketua Dewan Pendamping Komunitas Penglaju Kereta Api (KPKa) Eko Setyanto sepakat terkait rencana PT KAI yang akan mengganti Prameks menjadi KRL karena dinilai lebih menguntungkan dari sisi penumpang.

Prameks saat ini sering mengalami kerusakan yang mengakibatkan perjalanan penumpang menjadi terganggu. Selain itu, AC di dalam Prameks juga sering mati yang mengakibatkan kondisi di dalam gerbong sangat panas. KRL sangat dimungkinkan menggantikan Prameks karena cadangan listrik di Jawa cukup stabil.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investasi Tiga Dekade,...
Investasi Tiga Dekade, INKA Siap Bangun Pabrik Kereta di Afrika
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
Profil PT INKA, Perusahaan...
Profil PT INKA, Perusahaan Manufaktur Kereta Api Kebanggaan Indonesia
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Main Layang-layang Dapat...
Main Layang-layang Dapat Menjadi Gangguan Serius KA Cepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved