Catatan Sri Mulyani dalam Pertemuan G20 di Jerman

Minggu, 09 Juli 2017 - 14:47 WIB
Catatan Sri Mulyani...
Catatan Sri Mulyani dalam Pertemuan G20 di Jerman
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ikut mendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri pertemuan puncak kepala negara G20 di Hamburg, Jerman. G20 adalah kelompok 20 negara yang menguasai lebih dari 75% perekonomian dunia yang dibentuk setelah krisis keuangan dunia pada 2009.

Menurutnya, pertemuan di Hamburg merupakan pertemuan penting pada saat yang menentukan di mana ekonomi dunia menunjukkan tanda pemulihan cukup nyata. Namun, masih menghadapi berbagai risiko seperti rendahnya produktivitas, peningkatan ketimpangan, peningkatan ketidakseimbangan (imbalances), dan kemungkinan perubahan koreksi harga aset secara mendadak.

"Para pemimpin negara G20 membahas secara intensif bagaimana menghindari kecenderungan proteksionisme dan persaingan tidak setara (non level playing field) dan tidak adil (unfairtrade) antar negara yang akan berisiko menghancurkan upaya G20 untuk memperkuat pemulihan ekonomi global," kata dia, Minggu (9/7/2017).

Dia mengatakan, perkembangan yang sangat menggembirakan dalam pertemuan G20 adalah makin kuatnya kerja sama perpajakan internasional dan peningkatan transparansi pajak antar negara untuk memerangi penghindaran dan penggelapan kewajiban pajak melalui BEPS (Base Erosion Profit Shifting), Perkuatan AEOI -Automatic Exchange of Information (pertukaran informasi perpajakan antar negara).

"Indonesia akan memanfaatkan kerja sama perpajakan internasional ini untuk meningkatkan upaya kita melawan penghindar dan pengemplang pajak," ujarnya.

Namun, lanjut Sri, Indonesia juga harus terus melakukan reformasi perpajakan agar dapat memanfaatkan kerja sama internasional secara maksimal untuk kepentingan negara Indonesia.

Isu lain yang sangat intens dibahas adalah mengenai perubahan iklim, yang dianggap dapat mengancam dunia dan menciptakan risiko bagi generasi anak cucu yang akan datang, bila dunia tidak melakukan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon untuk mencegah peningkatan suhu dunia.

"Semua negara G20 akan melakukan upaya untuk mengurangi risiko perubahan iklim, meskipun Amerika Serikat telah memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian Paris untuk mengatasi ancaman perubahan iklim," tutur Menkeu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Negara...
Sri Mulyani: Negara G-20 Kompak Pulihkan Ekonomi dari Covid-19
Pastikan Pengamanan...
Pastikan Pengamanan KTT G-20, Kapolri Tinjau Command Center
Pengamanan Menuju Denpasar...
Pengamanan Menuju Denpasar Diperketat Sehari Jelang KTT G-20
Sri Mulyani, IMF dan...
Sri Mulyani, IMF dan World Bank Minta G-20 Tunda Tagih Utang ke Negara Miskin
Menuju KTT Presidensi...
Menuju KTT Presidensi G-20 Taruna Merah Putih Gelar Webinar
Songsong KTT G-20, Permasalahan...
Songsong KTT G-20, Permasalahan Sampah Sarbagita Perlu Terobosan Nyata
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved