Darmin Jelaskan Pola Inflasi Indonesia di Hadapan Komisi XI DPR

Senin, 10 Juli 2017 - 20:28 WIB
Darmin Jelaskan Pola...
Darmin Jelaskan Pola Inflasi Indonesia di Hadapan Komisi XI DPR
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan kepada anggota Komisi XI DPR RI tentang pola inflasi di Indonesia dan kerja sama pemerintah pusat dengan daerah atau Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Hal ini dijelaskan, karena sempat ada yang menanyakan kepada mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengenai pola inflasi di Indonesia yang kaitannya dengan harga yang diatur pemerintah dan soal subsidi yang diberikan.

Darmin menjelaskan bahwa selama ini, yang berisiko terhadap inflasi Indonesia adalah kelompok administered prices atau harga yang diatur oleh pemerintah dan volatile food.

"Inflasi kita sangat klasikal polanya. Selama ini inflasi kita didominasi oleh volatile food. Selanjutnya, yang berisiko lain ke inflasi adalah administered prices, kalau itu enggak berubah tinggal bagaimana volatile food kita berubah," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Darmin melanjutkan, selama ini, Indonesia di dalam waktu yang sangat panjang, sangat rentan terhadap volatile food. Terlebih lagi saat dulu, ketika zaman Orde Baru yang inflasi bisa tercatat di angka double digit.

"Dulu saat Orde Baru, inflasi selalu di angka double digit dan sumber utamanya volatile food karena beberapa hal. Pertama, infrastruktur kita masih lemah dan negara kita adalah negara kepulauan yang tersebar satu daerah ke daerah lain," imbuhnya.

Kemudian, usai mengalami masa krisis tersebut, lanjutnya, pemerintah sadar bahwa administered price tekanannya akan tinggi karena harga komoditas yang tinggi. Maka, volatile food harus dikendalikan. Darmin pun bangga karena pemerintah relatif berhasil menurunkan volatile food.

Kemudian soal TPID, Darmin mengakui bahwa peranan daerah sangatlah besar untuk menjaga kestabilan inflasi di Indonesia. Karena pada umumnya, sumber inflasi Indonesia adalah berasal dari inflasi-inflasi yang ada di daerah.

"Saya mantan orang BI, sejak dulu di BI, juga kita kembangkan TPID di semua provinsi yang sekarang ini peranannya besar. Karena memang dari dulu sadar ini sumber inflasi kita. Inflasi hampir-hampit bisa dikatakan dengan identik volatile food, walaupun administered price-nya kadang berubah," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
22 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved