Nasihat Luhut untuk Susi Soal Larangan Cantrang

Selasa, 11 Juli 2017 - 13:35 WIB
Nasihat Luhut untuk...
Nasihat Luhut untuk Susi Soal Larangan Cantrang
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan nasihat untuk Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait kebijakan Susi mengenai larangan penggunaan cantrang untuk menangkap ikan.

(Baca: Ini Tanggapan Menteri Susi Didemo Ribuan Nelayan )

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Illegal Unreported Unregulated/IUU Fishing. Dia mengungkapkan, kapal cantrang oleh regulasi nasional dan juga organisasi dunia Food Agriculture Organization (FAO) dinilai berdampak negatif terhadap lingkungan laut.

Larangan kapal cantrang sejalan dengan prinsip ekonomi biru dan keberlanjutan sumber daya alam (SDA). "Dengan banyaknya nelayan kapal cantrang di berbagai kawasan Indonesia, seperti di pantai utara Jawa dan Aceh, tantangan utamanya adalah mengelola masa transisi dari pola ekonomi yang tidak ramah lingkungan menjadi kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan," terangnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Pemerintah, lanjut Luhut, telah menyediakan solusi berupa penggantian alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Namun, proses ini membutuhkan waktu yang panjang.

"Terlebih lagi mekanisme pengadaan barang dan jasa kita yang memang menuntut proses administrasi yang tidak singkat," imbuh dia.

Menurutnya, membiarkan nelayan pemilik kapal cantrang tidak sanggup berlayar dalam waktu yang lama merupakan suatu masalah yang harus ditanggapi cermat. Kesejahteraan rakyat di tataran jangka panjang sangat penting, namun kesejahteraan rakyat pada tataran saat ini dan jangka pendek juga tidak dapat diabaikan.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menilai, kebutuhan sehari-hari yang mendesak dapat menciptakan perangkap utang yang menjerat nelayan pada waktu yang lama. Bahkan, dapat melebihi masa pada saat mereka telah dapat berlayar dengan alat yang ramah lingkungan.

"Belum lagi berbagai masalah sosial dan keamanan yang terkait dengan kemiskinan. Tanpa harus beranalisa secara berlebihan, fakta menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan pemicu instabilitas dan bahkan terorisme," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Susi Pudjiastuti Geram...
Susi Pudjiastuti Geram Disebut Keliru Oleh Hashim Djojohadikusumo
Susi Menangis karena...
Susi Menangis karena Lobster, Bagaimana dengan Air Mata Nelayan?
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Penyelundupan Benih...
Penyelundupan Benih Lobster di Era Susi Pudjiastuti Dibongkar Effendi Gazali
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunda Penangkapan Ikan Terukur
Fahri Hamzah Sebut Kebijakan...
Fahri Hamzah Sebut Kebijakan Susi Larang Nelayan Tangkap Benur Salah Fatal
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
18 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
32 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
32 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
45 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
58 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved