Pengawasan Lemah, Elpiji 3 Kg Masih Dijual di Atas HET

Selasa, 18 Juli 2017 - 00:11 WIB
Pengawasan Lemah, Elpiji...
Pengawasan Lemah, Elpiji 3 Kg Masih Dijual di Atas HET
A A A
KARAWANG - Forum Perlindungan Konsumen Kabupaten Karawang, Jawa Barat menemukan fakta bahwa masih terdapat gas bersubsidi dijual antara kisaran harga Rp20.000-25.000/tabung. Padahal HET yang telah ditetapkan hanya Rp16.000/tabung.

"Pendistribusian elpiji bersubsidi nyaris tidak terkontrol oleh Pemkab Karawang, Hiswana Migas (Himpunan WIraswasta Minyak dan Gas), serta Pertamina," kata Ketua Forum Perlindungan Konsumen Karawang Eddy Djunaedy kepada wartawan, Senin (17/7).

Bahkan menurutnya, di waktu tertentu atau saat terjadi kelangkaan elpiji 3 kg, masyarakat harus membeli dengan harga tinggi, Rp29.000-30.000/tabung. Dia mengatakan, Pemkab Karawang, Hiswana Migas dan Pertamina harus bertanggung jawab atas tingginya harga pembelian elpiji 3 kg.

Lebih lanjut dia menegaskan hak konsumen harus diberikan, yakni mendapatkan elpiji bersubsidi 3 kg sesuai HET. "Tentunya ini berkaitan dengan lemahnya pengawasan pemerintah, Pertamina dan Hiswana Migas. Jika pengawasannya bagus, tentu tidak akan ada penjualan elpiji bersubsidi di atas HET," ujar dia.

Fungsi pengawasan pendistribusian elpiji bersubsidi 3 kg, terang Eddy selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga regulasi Mendagri dan Menteri ESDM yang menghasilkan HET di tingkat konsumen tidak pernah berjalan di lapangan.

Pada tahun ini, sambungnya pemerintah berencana menambah alokasi belanja subsidi elpiji 3 kg menjadi Rp40,5 triliun dari sebelumnya Rp22 triliun. Penambahan subsidi itu dinilai hanya akan menguntungkan oknum-oknum tertentu. Sedangkan masyarakat yang berhak tetap saja tidak merasa menikmati subsidi tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Pembelian Gas Wajib...
Pembelian Gas Wajib Tunjukan KTP Mulai 1 Januari 2024
Beli LPG 3 Kg di Warung...
Beli LPG 3 Kg di Warung Wajib Bawa KTP, Ini Caranya  
Emak-emak di Aceh Rela...
Emak-emak di Aceh Rela Antre Demi Elpiji Bersubsidi
Disimpan di dalam Kitchen...
Disimpan di dalam Kitchen Set, Tabung Melon Meledak
Transaksi Gas LPG Bersubsidi...
Transaksi Gas LPG Bersubsidi di Pangandaran Bakal Diperketat
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved