Inflasi Era Jokowi-JK Diklaim Membanggakan Dibanding Orde Baru

Minggu, 23 Juli 2017 - 19:08 WIB
Inflasi Era Jokowi-JK...
Inflasi Era Jokowi-JK Diklaim Membanggakan Dibanding Orde Baru
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, bahwa pada zaman orde baru, tidak ada yang bisa dibanggakan atas nilai inflasi Indonesia. Pasalnya kala itu, inflasi selalu berada di atas 10%.

Darmin menambahkan hal itu berbeda dengan era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), dimana inflasi selalu di bawah 10% bahkan 5%. Sehingga, menurutnya banyak orang banyak yang bangga dengan hasil yang sudah dicapai oleh Indonesia dalam hal pengendalian inflasi yang erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.

"Jadi justru orang sedang mengagumi Indonesia, kok bisa turunkan inflasi yang tadinya di atas 10% kemudian setelah reformasi menjadi 7-8%, lalu 6-7% tahun lalu dan 5-6%, sekarang 3-4%. Itu bukan pemerintah yang ukur lho, itu BPS," ujar Menko Darmin di kantornya, Minggu (23/7/2017).

Lanjut dia kondisi inflasi saat ini menjadi bukti pemerintah bisa mengendalikan harga. Namun jika masih ada beberapa kota di Indonesia yang harga bahan pokoknya melambung tinggi, dia meminta untuk jangan menilai secara singkat.

"Secara nasional inflasi kita tahun lalu 3,3%. Di zaman orde baru itu 12% setahun. Jadi jangan terpicu, karena dimana pun di dunia terjadi. Karena enggak semua daerah menghasilkan semua barang," paparnya.

Menanggapi lonjakan harga cabai rawit di Kota Ambon, Maluku, menurut Darmin hal itu karena setiap daerah tidak menanam sendiri. "Jadi kalau nanam sayur dan cabai terus datang angin barat ombak naik, harga cabai naik. Bagaimana mengukurnya? Ya lihat secara nasional berapa inflasi dan itu sudah mewakili berapa puluh kota di Indonesia, bukan Jakarta," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
18 menit yang lalu
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
1 jam yang lalu
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
2 jam yang lalu
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
3 jam yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
3 jam yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
13 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved