Rupiah Diramal Belum Akan Terangkat Signifikan
Senin, 24 Juli 2017 - 09:30 WIB
Rupiah Diramal Belum Akan Terangkat Signifikan
A
A
A
JAKARTA - Penguatan rupiah ini dalam perdagangan awal pekan hari ini diperkirakan masih harus kembali diuji seiring masih variatifnya sentimen yang ada. Tentunya diharapkan penguatan ini dapat bertahan sehingga kembali masuk dalam tren kenaikan.
"Namun demikian, tetap mewaspadai masih adanya potensi pelemahan lanjutan rupiah seiring belum adanya sentimen yang dapat dianggap signifikan mengangkat rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (24/7/2017).
Diprediksi Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.340/USD dan resisten Rp13.308/USD. Sementara, akhir pekan kemarin, laju rupiah mampu berbalik menguat. Tampaknya rupiah memanfaatkan pergerakan EUR yang menguat terhadap USD seiring kebijakan rencana ECB yang akan mengurangi QE nya.
(Baca Juga: Dolar Kembali Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp13.313 )
Padahal di dalam negeri terdapat sejumlah sentimen negatif mulai dari tetapnya suku bunga BI yang diasumsikan belum adanya perkembangan ekonomi hingga perkiraan belum kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua.
"Akan tetapi, penguatan EUR yang berimbas ke mata uang JPY (Yen) dan beberapa mata uang lainnya terhadap USD dapat berimbas positif pada rupiah," pungkasnya.
"Namun demikian, tetap mewaspadai masih adanya potensi pelemahan lanjutan rupiah seiring belum adanya sentimen yang dapat dianggap signifikan mengangkat rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (24/7/2017).
Diprediksi Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.340/USD dan resisten Rp13.308/USD. Sementara, akhir pekan kemarin, laju rupiah mampu berbalik menguat. Tampaknya rupiah memanfaatkan pergerakan EUR yang menguat terhadap USD seiring kebijakan rencana ECB yang akan mengurangi QE nya.
(Baca Juga: Dolar Kembali Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp13.313 )
Padahal di dalam negeri terdapat sejumlah sentimen negatif mulai dari tetapnya suku bunga BI yang diasumsikan belum adanya perkembangan ekonomi hingga perkiraan belum kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua.
"Akan tetapi, penguatan EUR yang berimbas ke mata uang JPY (Yen) dan beberapa mata uang lainnya terhadap USD dapat berimbas positif pada rupiah," pungkasnya.
(akr)