Bank Dunia: Jangan Istimewakan BUMN dalam Proyek Infrastruktur

Selasa, 25 Juli 2017 - 12:11 WIB
Bank Dunia: Jangan Istimewakan...
Bank Dunia: Jangan Istimewakan BUMN dalam Proyek Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank Group) meminta pemerintah tidak mengistimewakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek pembangunan infrastruktur. Pemerintah seharusnya juga memberikan kesempatan yang sama kepada swasta untuk turut serta membangun proyek infrastruktur di Indonesia.

(Baca: Bank Dunia: RI Butuh Rp6.650 Triliun untuk Infrastruktur )

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengungkapkan, pembangunan infrastruktur yang didanai publik dan swasta terbukti lebih cepat dibanding pendanaan pemerintah. Contohnya, pembangunan jalan di Colombia dengan skema public private partnership (PPP) yang lebih lancar dan cepat selesai.

"Di Colombia kita melakukan struktur kesepakatan konsesi dari berbagai proyek dan proyek ini jadi lebih lancar dan membuka konsesi di lebih banyak jalan," kata dia dalam acara Indonesia Infrastructure Finance Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Menurutnya, perusahaan pelat merah kerap menyasar proyek yang juga disasar swasta. Hal ini tentu akan membatasi kemampuan swasta untuk masuk dalam proyek infrastruktur.

"Dan mereka tidak bisa bersaing dengan BUMN karena mereka memiliki toleransi risiko yang tinggi," imbuhnya.

Kim menyebutkan, perusahaan negara kini bahkan masuk di sektor yang sebelumnya ditangani swasta seperti logistik, penanganan kargo, dan jalan tol. Mengistimewakan BUMN akan membatasi kinerja dan kompetisi swasta, padahal kompetisi sangat diperlukan agar pembangunan infratruktur menjadi lebih terjangkau dan efisien.

"Penggunaan BUMN membatasi kinerja kompetisi di sektor sasta. Jadi, ketika mendukung BUMN semata tanpa mendorong kompetisi tidak akan menggunakan pendanaan efisien. Semua hal yang mengurangi ketertarikan sektor swasta akan tidak efisien. Sektor swasta harus didorong untuk terlibat, BUMN jangan ditempatkan untuk bersaing dengan swasta," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Garap Proyek Infrastruktur,...
Garap Proyek Infrastruktur, Menteri BUMN Gandeng Perusahaan Global
Rumah BUMN Tarutung...
Rumah BUMN Tarutung Diresmikan, Kementerian BUMN dan BRI Perkuat UMKM Lokal
Kementerian BUMN: Merger...
Kementerian BUMN: Merger Bank Syariah Percepat Pemulihan Ekonomi
5 BUMN yang Rugi di...
5 BUMN yang Rugi di Tahun 2022, Didominasi Sektor Jasa Infrastruktur
Bukan Cuma 7, Seluruh...
Bukan Cuma 7, Seluruh BUMN Bakal Masuk ke Danantara Akhir Maret
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
31 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved