Kementerian BUMN: Merger Bank Syariah Percepat Pemulihan Ekonomi

loading...
Kementerian BUMN: Merger Bank Syariah Percepat Pemulihan Ekonomi
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk ., sebagai entitas hasil merger tiga bank syariah milik negara bisa membantu mempercepat perwujudan multiplier effect bagi ekonomi nasional.

Melalui merger, diharapkan skala cakupan dan layanan perbankan syariah bisa semakin menjangkau masyarakat. Apalagi, nantinya Bank Syariah Indonesia akan beroperasi dengan mengandalkan keberadaan 1.200 cabang dan 20 ribu lebih pekerja yang tersebar di seluruh Tanah Air.

(Baca juga: Bos BSI Pede, Empat Tahun Lagi Bank Syariah Hasil Merger Jadi Pemain Global )

“Diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia, BSI (Bank Syariah Indonesia) akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan skala asetnya," kata Nely saat ekonomi syariah outlook secara virtual di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Secara global, Bank Syariah Indonesia akan menjadi satu dari top 10 global bank yang islami. Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normalnya akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan. "Harapannya adanya konsolidasi, rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45 persen hingga 50 persen,” ujar Nely.

(Baca juga: Erick Thohir Bantah Ada Chip di Dalam Vaksin Covid-19 )



Kementerian BUMN berharap proses konsolidasi Bank Syariah Indonesia sepanjang 2021 berjalan lancar. "It’s a journey and it’s important. Di masa sekarang memang seharusnya konsolidasi dilakukan untuk memperkuat posisi masing-masing player di perbankan, agar bisa menjaga relevansi product offering ke nasabah maupun menjaga governance dari implementasi ekspansi BSI,” pungkas dia.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top