Semester I 2017, BCA Mencatatkan Laba Rp10,5 Triliun
Jum'at, 28 Juli 2017 - 01:33 WIB
Semester I 2017, BCA Mencatatkan Laba Rp10,5 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kinerja keuangan positif pada semester I 2017, dengan kenaikan laba bersih sebesar Rp10,5 triliun alias meningkat 10,0% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp9,6 triliun.
Pendapatan operasional BCA, yang disumbangkan dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, pada semester I 2017 mencapai Rp27,4 triliun atau tumbuh 4,9% dibanding semester I 2016 sebesar Rp26,1 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan BCA menutup semester I 2017 dengan kinerja keuangan yang positif. Upaya BCA dalam memperkuat bisnis perbankan, baik transaksi dan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap kondisi pasar terkini berhasil mendorong pertumbuhan dana sekaligus menghasilkan kredit yang berkualitas.
"Melalui penawaran suku bunga yang kompetitif pada program kredit unggulannya, BCA mencatat pertumbuhan signifikan atas outstanding kredit pemilikan rumah, sehingga mampu memperkuat posisi strategis BCA di pasar," ujar Jahja dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Outstanding kredit perseroan tercatat Rp433 triliun pada akhir Juni 2017, naik 11,9% YoY. Kinerja kredit didorong oleh segmen kredit korporasi dan konsumer. Kredit korporasi tumbuh 18,7% YoY menjadi Rp160,7 triliun, sejalan dengan permintaan kredit yang lebih tinggi pada periode April-Juni 2017. Total kredit konsumer mencatat pertumbuhan 18,4% YoY menjadi Rp 124,5 triliun.
Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah tumbuh 21,9% YoY menjadi Rp75,3 triliun, berkat penawaran produk dengan suku bunga yang kompetitif pada periode Februari-April 2017. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor meningkat 12,2% YoY mencapai Rp38,2 triliun dan outstanding kartu kredit meningkat 18,0% YoY dan tercatat Rp11,1 triliun pada akhir Juni 2017.
"Kredit komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 1,2% YoY menjadi Rp148,3 triliun, sejalan dengan adanya pelunasan fasilitas modal kerja pada semester I 2017," ujarnya.
Rasio kredit bermasalah (NPL) BCA tercatat berada di level 1,5% di akhir Juni 2017, sedikit lebih tinggi dibandingkan 1,4% pada posisi Juni 2016, namun masih dalam batasan toleransi risiko yang dapat diterima. Cadangan kredit tercatat sebesar Rp12,5 triliun pada akhir Juni 2017, meningkat 23,7% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.
Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 196,3%. Posisi permodalan dan likuiditas BCA tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 22,1% dan rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) sebesar 74,5% per 30 Juni 2017.
Dana pihak ketiga tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp572,2 triliun pada akhir Juni 2017, dimana dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi 74,6% terhadap total dana pihak ketiga. Dana CASA meningkat 12,0% YoY, mencapai R 426,9 triliun pada akhir Juni 2017.
Pada portofolio CASA, dana giro meningkat 23,5% YoY menjadi Rp148,6 triliun, sedangkan dana tabungan tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp278,3 triliun. Dana deposito mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 33,0% YoY mencapai Rp145,3 triliun pada akhir Juni 2017.
BCA terus berupaya memperkokoh fondasi bisnis guna mendukung pertumbuhan di masa mendatang dan memanfaatkan kesempatan di seluruh lini bisnis dengan tetap menjaga prinsip manajemen risiko yang prudent. Di tengah kondisi usaha yang dinamis, BCA mengimplementasikan berbagai program dan inisiatif untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah maupun ragam kebutuhan nasabah.
"Kami meyakini bahwa tingkat permodalan dan likuiditas yang solid perlu tetap dijaga guna menopang pertumbuhan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," tuturnya.
Pendapatan operasional BCA, yang disumbangkan dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, pada semester I 2017 mencapai Rp27,4 triliun atau tumbuh 4,9% dibanding semester I 2016 sebesar Rp26,1 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan BCA menutup semester I 2017 dengan kinerja keuangan yang positif. Upaya BCA dalam memperkuat bisnis perbankan, baik transaksi dan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap kondisi pasar terkini berhasil mendorong pertumbuhan dana sekaligus menghasilkan kredit yang berkualitas.
"Melalui penawaran suku bunga yang kompetitif pada program kredit unggulannya, BCA mencatat pertumbuhan signifikan atas outstanding kredit pemilikan rumah, sehingga mampu memperkuat posisi strategis BCA di pasar," ujar Jahja dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/7/2017).
Outstanding kredit perseroan tercatat Rp433 triliun pada akhir Juni 2017, naik 11,9% YoY. Kinerja kredit didorong oleh segmen kredit korporasi dan konsumer. Kredit korporasi tumbuh 18,7% YoY menjadi Rp160,7 triliun, sejalan dengan permintaan kredit yang lebih tinggi pada periode April-Juni 2017. Total kredit konsumer mencatat pertumbuhan 18,4% YoY menjadi Rp 124,5 triliun.
Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah tumbuh 21,9% YoY menjadi Rp75,3 triliun, berkat penawaran produk dengan suku bunga yang kompetitif pada periode Februari-April 2017. Sementara itu, kredit kendaraan bermotor meningkat 12,2% YoY mencapai Rp38,2 triliun dan outstanding kartu kredit meningkat 18,0% YoY dan tercatat Rp11,1 triliun pada akhir Juni 2017.
"Kredit komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 1,2% YoY menjadi Rp148,3 triliun, sejalan dengan adanya pelunasan fasilitas modal kerja pada semester I 2017," ujarnya.
Rasio kredit bermasalah (NPL) BCA tercatat berada di level 1,5% di akhir Juni 2017, sedikit lebih tinggi dibandingkan 1,4% pada posisi Juni 2016, namun masih dalam batasan toleransi risiko yang dapat diterima. Cadangan kredit tercatat sebesar Rp12,5 triliun pada akhir Juni 2017, meningkat 23,7% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.
Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 196,3%. Posisi permodalan dan likuiditas BCA tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 22,1% dan rasio kredit terhadap pendanaan (Loan to Funding Ratio/LFR) sebesar 74,5% per 30 Juni 2017.
Dana pihak ketiga tumbuh 16,7% YoY menjadi Rp572,2 triliun pada akhir Juni 2017, dimana dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi 74,6% terhadap total dana pihak ketiga. Dana CASA meningkat 12,0% YoY, mencapai R 426,9 triliun pada akhir Juni 2017.
Pada portofolio CASA, dana giro meningkat 23,5% YoY menjadi Rp148,6 triliun, sedangkan dana tabungan tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp278,3 triliun. Dana deposito mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 33,0% YoY mencapai Rp145,3 triliun pada akhir Juni 2017.
BCA terus berupaya memperkokoh fondasi bisnis guna mendukung pertumbuhan di masa mendatang dan memanfaatkan kesempatan di seluruh lini bisnis dengan tetap menjaga prinsip manajemen risiko yang prudent. Di tengah kondisi usaha yang dinamis, BCA mengimplementasikan berbagai program dan inisiatif untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah maupun ragam kebutuhan nasabah.
"Kami meyakini bahwa tingkat permodalan dan likuiditas yang solid perlu tetap dijaga guna menopang pertumbuhan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," tuturnya.
(ven)
Lihat Juga :