Rupiah Sore Ini Tak Mampu Memanfaatkan Pelemahan USD

Senin, 31 Juli 2017 - 16:59 WIB
Rupiah Sore Ini Tak...
Rupiah Sore Ini Tak Mampu Memanfaatkan Pelemahan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini tidak mampu memanfaatkan pelemahan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.325/USD atau menyusut dari sebelumnya pada posisi Rp13.324/USD. Tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.318-Rp13.329/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah stabil pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.324/USD, meski terlihat naik tipis dari penutupan sebelumnya di level Rp13.326/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.318-Rp13.326/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ditutup di level Rp13.330/USD atau masih lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.345/USD. Namun, penutupan sore ini terlihat melemah dibanding pembukaan tadi pagi yang berada di level Rp13.319/USD.

Menurut Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.323/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat tipis dari posisi sebelumnya di level Rp13.326/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD bertahan mendekati level terendah 13 bulan terhadap beberapa mata uang, terbebani ketidakpastian politik dan kenaikan posisi short, namun pasar khawatir untuk mendorongnya lebih rendah sebelum data dirilis akhir pekan ini.

USD telah menjadi perdagangan populer tahun ini karena memperdalam ketidakpastian politik AS telah membuat greenback bertahan. USD terhadap euro melemah lebih dari 11,5% sepanjang tahun ini, menurut data Thomson Reuters.

Namun, dengan data inflasi zona euro pada Senin ini terlihat jauh di bawah perkiraan Bank Sentral Eropa, sebuah risiko pull-back meningkat. Keputusan kebijakan bank sentral juga disebabkan oleh Australia dan Inggris pekan ini dengan data pekerjaan AS yang dijadwalkan pada Jumat.

Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang saingan utama, naik 0,2% menjadi 93,450, memangkas beberapa kerugian setelah turun 0,6% pada Jumat. Ini jatuh ke level terendah sejak Juni 2016 pada Kamis kemarin.

Sementara, poundsterling terhadap USD sedikit berubah ke level 1,3107 dan mendekati level tertinggi dalam 10 bulan di posisi 1,3159. Pounds telah menguat terhadap USD yang melemah secara luas, didukung oleh harapan bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa di bawah kesepakatan transisi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
23 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
57 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved