Dunia Usaha Butuh Kondisi Politik yang Tidak Gaduh

Senin, 31 Juli 2017 - 20:32 WIB
Dunia Usaha Butuh Kondisi...
Dunia Usaha Butuh Kondisi Politik yang Tidak Gaduh
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat paripurna, akhir pekan lalu, telah mensahkan Undang-undang Pemilu. Dengan disahkannya UU Pemilu, otomatis Komisi Pemilihan Umum akan memulai tahapan Pemilu serentak tahun 2018. Tidak bisa dipungkiri, Pemilu serentak akan menimbulkan keriuhan atas berbagai kepentingan politik di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan dinamika politik tersbeut tidak menciptakan kegaduhan yang bisa berdampak negatif terhadap dunia usaha. “Di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang belum stabil, sangat dibutuhkan kondisi politik yang aman dan memberi rasa nyaman bagi pelaku usaha, pasar, dan investor,” ujarnya kepada SINDOnews, Senin (31/7/2017).

Sarman lantas meminta pemerintah untuk menjaga kondisi politik tetap stabil, seiring dengan mulai tumbuhnya perekonomian nasional. Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi kuartal I 2017 mencapai 5,01%, lebih tinggi dari pencapaian kuartal I 2016 sebesar 4,92%.

Pemerintah sendiri optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan semakin membaik, dengan indikator makroekonomi, seperti inflasi, transaksi berjalan‎, cadangan devisa, kemiskinan melambat, gini rasio membaik, dan pengangguran yang berkurang.

Selain menjaga kestabilan politik, Sarman juga meminta pemerintah membuat terobosan guna meningkatkan kembali daya beli masyarakat. Purchasing power alias daya beli bisa terjadi dengan penyediaan lapangan kerja baru yang lebih banyak.

“Kami ingin pemerintah membuat kebijakan investasi yang pro bisnis untuk menarik calon investor secepatnya masuk dan menanamkan modalnya di Indonesia. Memaksimalkan dana desa untuk kegiatan yang produktif dapat menambah pendapatan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah termasuk daya tarik wisata asing masuk ke Indonesia,” tukasnya.

Namun menurut Sarman, belakangan ini, pemerintah kurang cermat dalam membuat kebijakan yang pro bisnis. Alih-alih bisa meningkatkan investasi, pemerintah kerap membut kebijakan tanpa ada suatu proses penelitian dan studi lapangan yang valid sehingga tidak terkesan asal buat apalagi yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Seperti terjadi baru-baru ini, adanya Permendag No.47 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen yang masih dalam proses diundangkan sudah dicabut kembali. Hal-hal seperti ini membuat dunia usaha tidak kondusif.

Pelaku usaha berharap agar kondisi ekonomi Indonesia semakin membaik, pertumbuhan ekonomi sebagaimana harapan pemerintah juga stabil bahkan juga naik, iklim investasi kondusif dan daya beli masyarakat pulih kembali. Hal demikian semua membutuhkan situasi politik yang kondusif.

“Para politisi agar lebih peka dengan situasi dan kondisi ekonomi saat ini. Jadi mereka harus ikut menjaga agar kondisi politik kita mendukung terhadap jalannya aktivitas usaha dan perekonomian yang nyaman. Jangan sebaliknya, politisi justru menimbulkan ketidakpastian yang mengakibatkan dunia bisnis kita semakin terpuruk,” ujar Sarman.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penanganan Covid-19...
Penanganan Covid-19 Lambat, Kadin Proyeksi Ekonomi RI Kuartal II/2020 Anjlok -4%
Bertemu Pengurus Kadin...
Bertemu Pengurus Kadin Sultra, Arsjad Rasjid Tawarkan 4 Pilar Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Kadin Tingkatkan Daya...
Kadin Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Kawasan Timur Indonesia
Andi Yuslim Patawari:...
Andi Yuslim Patawari: Kadin Jatim Harus Jadi Penyokong Terbesar Ekonomi Indonesia
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Kadin Buat Catatan Khusus dan Rekomendasi
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
14 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved