USD Mulai Menguat, Rupiah Dibuka Ambruk Makin Parah
Rabu, 02 Agustus 2017 - 10:04 WIB
USD Mulai Menguat, Rupiah Dibuka Ambruk Makin Parah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka jatuh makin parah dibanding penutupan kemarin. Kondisi mata uang Garuda terjadi saat USD mulai menguat terhadap beberapa mata uang lainnya.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka terjerumus ke level Rp13.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jatuh dari posisi sebelumnya di level Rp13.318/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, dibuka pada level Rp13.327/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.324/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB makin melemah ke level Rp13.333/USD dengan kisaran harian Rp13.323-Rp13.340/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka di posisi Rp13.321/USD atau masih lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.327/USD, namun pada pukul 10.00 WIB malah ambruk di level Rp13.337/USD dengan kisaran level Rp13.316-Rp13.347/USD.
Sementara, data Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.328/USD atau menguat tipis dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/8/2017), USD bertahan pada posisi kenaikan moderat setelah terpental dari posisi terendah dalam 15 bulan, mendapat keuntungan dari jeda penjualan mata uang yang cukup parah saat investor mulai memposisikan diri saat-saat penting pekan ini, terutama laporan pekerjaan di AS.
Mata uang AS berada 0,1% lebih tinggi terhadap yen di level 110,490, menarik diri dari level terendahnya dalam tujuh pekan di level 109,920 yang menyentuh semalam. Euro terhadap USD tidak berubah di level 1.1803 setelah menyenggol dari posis puncak 2,5 tahun di level 1,1846 yang ditetapkan pada hari sebelumnya.
Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama stabil di level 93,039 setelah terpental dari level 92,777, terendah sejak Mei 2016.
Greenback telah terbebani oleh kekacauan politik yang mencengkeram Washington dan data ekonomi AS sangat membosankan, yang menambah ketidakpastian tentang laju pengetatan kebijakan Federal Reserve di masa depan.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah pagi ini dibuka terjerumus ke level Rp13.331/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jatuh dari posisi sebelumnya di level Rp13.318/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, dibuka pada level Rp13.327/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.324/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB makin melemah ke level Rp13.333/USD dengan kisaran harian Rp13.323-Rp13.340/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah dibuka di posisi Rp13.321/USD atau masih lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.327/USD, namun pada pukul 10.00 WIB malah ambruk di level Rp13.337/USD dengan kisaran level Rp13.316-Rp13.347/USD.
Sementara, data Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.328/USD atau menguat tipis dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/8/2017), USD bertahan pada posisi kenaikan moderat setelah terpental dari posisi terendah dalam 15 bulan, mendapat keuntungan dari jeda penjualan mata uang yang cukup parah saat investor mulai memposisikan diri saat-saat penting pekan ini, terutama laporan pekerjaan di AS.
Mata uang AS berada 0,1% lebih tinggi terhadap yen di level 110,490, menarik diri dari level terendahnya dalam tujuh pekan di level 109,920 yang menyentuh semalam. Euro terhadap USD tidak berubah di level 1.1803 setelah menyenggol dari posis puncak 2,5 tahun di level 1,1846 yang ditetapkan pada hari sebelumnya.
Indeks USD terhadap beberapa mata uang utama stabil di level 93,039 setelah terpental dari level 92,777, terendah sejak Mei 2016.
Greenback telah terbebani oleh kekacauan politik yang mencengkeram Washington dan data ekonomi AS sangat membosankan, yang menambah ketidakpastian tentang laju pengetatan kebijakan Federal Reserve di masa depan.
(izz)