Rupiah Sore Ini Menguat Tajam, USD Masih Berjuang dari Tekanan
Jum'at, 04 Agustus 2017 - 17:18 WIB
Rupiah Sore Ini Menguat Tajam, USD Masih Berjuang dari Tekanan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat tajam dibanding penutupan kemarin. Kondisi penguatan rupiah sore ini di tengah masih melemahnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.316/USD atau jauh menguat dari penutupan kemarin di level di posisi Rp13.327/USD dengan kisaran harian Rp13.312-Rp13.327/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.315/USD, atau menguat tajam dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.325/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.312-Rp13.325/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ditutup juga menguat ke level Rp13.330/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.340/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.324/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.330/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD masih berjuang untuk menjauh dari level terendahnya sejak Mei 2016 terhadap beberapa mata uang utama di dunia, setelah data AS terlihat melemah karena para pelaku pasar menunggu laporan on farm payrolls.
Greenback yang sedang tidak baik ini telah mendapat tekanan pada pekan ini dari gejolak politik baru di Washington, dan data ekonomi AS yang telah menambah ketidakpastian tentang laju pengetatan kebijakan Federal Reserve di masa depan.
Indeks USD yang baru saja mencatat penurunan terburuknya sejak awal 2011, berada 0,1% lebih rendah di level 92,766, bersiap untuk turun sekitar 0,6% selama sepakan. Di mana jatuh ke level terendahnya dalam 15 bulan di posisi 92,548.
Greenback juga menderita di tangan euro yang menguat, yang mencapai level tertingginya dalam 2,5 tahun pekan ini, didorong oleh pelemahan USD. Namun juga pandangan bahwa Bank Sentral Eropa akan memperketat kebijakan di tengah gambaran ekonomi yang cerah.
Euro terhadap USD masih mampu naik 0,1% pada hari ini menjadi 1,1879 mendekati level 1,1910, tertinggi sejak Januari 2015. USD terhadap yen menyentuh level terendah dalam tujuh pekan di perdagangan Asia, sebelum mulai diperdagangkan pada level 110.10.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.316/USD atau jauh menguat dari penutupan kemarin di level di posisi Rp13.327/USD dengan kisaran harian Rp13.312-Rp13.327/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini di posisi Rp13.315/USD, atau menguat tajam dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.325/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.312-Rp13.325/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ditutup juga menguat ke level Rp13.330/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.340/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.324/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.330/USD.
Seperti dilansir Reuters hari ini, USD masih berjuang untuk menjauh dari level terendahnya sejak Mei 2016 terhadap beberapa mata uang utama di dunia, setelah data AS terlihat melemah karena para pelaku pasar menunggu laporan on farm payrolls.
Greenback yang sedang tidak baik ini telah mendapat tekanan pada pekan ini dari gejolak politik baru di Washington, dan data ekonomi AS yang telah menambah ketidakpastian tentang laju pengetatan kebijakan Federal Reserve di masa depan.
Indeks USD yang baru saja mencatat penurunan terburuknya sejak awal 2011, berada 0,1% lebih rendah di level 92,766, bersiap untuk turun sekitar 0,6% selama sepakan. Di mana jatuh ke level terendahnya dalam 15 bulan di posisi 92,548.
Greenback juga menderita di tangan euro yang menguat, yang mencapai level tertingginya dalam 2,5 tahun pekan ini, didorong oleh pelemahan USD. Namun juga pandangan bahwa Bank Sentral Eropa akan memperketat kebijakan di tengah gambaran ekonomi yang cerah.
Euro terhadap USD masih mampu naik 0,1% pada hari ini menjadi 1,1879 mendekati level 1,1910, tertinggi sejak Januari 2015. USD terhadap yen menyentuh level terendah dalam tujuh pekan di perdagangan Asia, sebelum mulai diperdagangkan pada level 110.10.
(izz)