Menhub Sebut Buku Pelaut dan Kepelabuhanan Sarang Pungli

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 06:17 WIB
Menhub Sebut Buku Pelaut...
Menhub Sebut Buku Pelaut dan Kepelabuhanan Sarang Pungli
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut, bila pengurusan buku pelaut dan proses kepelabuhanan menjadi sarang pungutan liar (pungli). Karena itu, Satgas Saber Pungli yang dibentuknya diminta lebih proaktif.

"Satgas Pungli kami juga menyelesaikan pungli-pungli besar, diantaranya di Samarinda dan Surabaya yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah," ungkapnya saat mendampingi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitam meninjau proyek LRT Jabodebek di sisi Taman Mini Cibubur, Jumat (4/8/2017).

Budi Karya merinci, bila pelaut atau ABK saat mengurus buku pelaut kerap mencari jalan termudah. Yaitu, dengan cara melimpahkan ke orang lain atau makelar. Akibatnya potensi pungli sering terjadi.

"Para pelaut itu kan merasa uangnya banyak. Jadi mereka gampang menyuruh orang lain mengurus buku pelaut. Bagi mereka, uang berapapun dibayar," ungkapnya.

Sektor kedua yang rawan pungli, kata Budi Karya, adalah sektor kepelabuhanan. Selain hal-hal administrasi, juga proses keluar masuk barang atau bongkar muat juga rentan pungli.

"Misalnya di Pelabuhan Samarinda di Kalimantan. Ada sebuah koperasi yang tidak pakai bekerja tapi uangnya banyak. Mereka duduk saja menerima setoran dari bongkar muat batubara dan CPO," bebernya.

Maka itu, lanjut Budi Karya, Satgas Saber Pungli diminta untuk bergerak lebih cepat dan proaktif. Diantaranya, melakukan pembongkaran pungli di Jakarta, Medan dan Surabaya. Bahkan di Pelabuhan Samarinda, punglinya sudah tidak sebebas sebelumnya.

Meski begitu, Budi Karya menyebutkan, selain meminta Satgas Pungli proaktif, pihaknya juga berencana melakukan kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta. Diantaranya yang diswastanisasi adalah Uni KIR dan distribusi buku pelaut. "Memang saat ini prosesnya sedang berjalan. Proses swastanisasi untuk KIR dan distribusi buku pelaut," katanya.

Dijelaskan, bila untuk di luar sektor itu, pihaknya meminta pihak swasta ikut aktif. Bahkan Organda juga untuk ikut mengambil peran, supaya benar-benar profesional.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Pelabuhan Patimban Rampung...
Pelabuhan Patimban Rampung Akhir Bulan Ini, Menhub Kasih Bocoran Kapan Beroperasi
Pelabuhan Palembang...
Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Target Dibangun Tahun Ini
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Tancap Gas Usai Diresmikan,...
Tancap Gas Usai Diresmikan, Pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap II Dilanjut 2021
Berita Terkini
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
19 menit yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
23 menit yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
34 menit yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
1 jam yang lalu
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
2 jam yang lalu
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
2 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved