Laju Rupiah Dapat Lanjutkan Pelemahan
Rabu, 09 Agustus 2017 - 09:00 WIB
Laju Rupiah Dapat Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan laju rupiah yang mencoba untuk naik, tampaknya harus kembali diuji ketahanannya seiring masih adanya potensi variatif pada laju rupiah.
Momentum pelemahan USD diharapkan dapat direspons positif pelaku pasar, dimana rupiah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali bergerak menguat.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah tersebut dan membuat laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.338/USD dan resisten Rp13.294/USD.
Adanya komentar dari Kepala The Fed St. Louis, James Bullard, yang mengatakan bahwa The Fed tidak perlu untuk kembali menaikan tingkat suku bunganya dalam waktu dekat dimana direspons positif pelaku pasar di pasar saham AS yang berimbas pada sejumlah indeks saham global tampaknya tidak membuat laju USD menguat.
"Pelaku pasar melihat adanya ketidakyakinan The Fed untuk menaikkan kembali tingkat suku bunga sehingga berimbas pada berbalik turunnya rupiah. Terkesan bahwa rilis pertumbuhan GDP dan kenaikan nilai cadangan devisa baru direspons saat ini," pungkasnya.
Momentum pelemahan USD diharapkan dapat direspons positif pelaku pasar, dimana rupiah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali bergerak menguat.
"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan rupiah tersebut dan membuat laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.338/USD dan resisten Rp13.294/USD.
Adanya komentar dari Kepala The Fed St. Louis, James Bullard, yang mengatakan bahwa The Fed tidak perlu untuk kembali menaikan tingkat suku bunganya dalam waktu dekat dimana direspons positif pelaku pasar di pasar saham AS yang berimbas pada sejumlah indeks saham global tampaknya tidak membuat laju USD menguat.
"Pelaku pasar melihat adanya ketidakyakinan The Fed untuk menaikkan kembali tingkat suku bunga sehingga berimbas pada berbalik turunnya rupiah. Terkesan bahwa rilis pertumbuhan GDP dan kenaikan nilai cadangan devisa baru direspons saat ini," pungkasnya.
(ven)