Bappenas Klaim Program Redistribusi Aset Atasi Kemiskinan

Rabu, 09 Agustus 2017 - 12:08 WIB
Bappenas Klaim Program...
Bappenas Klaim Program Redistribusi Aset Atasi Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengklaim bahwa kebijakan redistribusi aset yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menjadi salah satu cara mengurangi ketimpangan dan kemiskinan di Tanah Air.

(Baca: JK: Perbedaan Gaji yang Tinggi Penyebab Ketimpangan di RI )

Pasalnya, jika masyarakat kelas bawah memiliki aset maka akan mendorong kegiatan ekonomi di golongan masyarakat tersebut. Menurutnya, ketimpangan terjadi karena tidak meratanya peluang pendidikan setiap individu.

Selain itu, karena tidak meratanya peluang untuk mendapatkan pekerjaan. "Juga, kekayaan yang terkonsentrasi pada sekelompok orang. Dan keempat ketahanan ekonomi yang rendah," ujarnya di Gama Tower, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Sebab itu, mantan Menteri Keuangan ini menilai perlu adanya pemerataan kepemilikan aset bagi masyarakat golongan bawah. Sebab, tanpa adanya aset maka selamanya masyarakat golongan ini tidak bisa keluar dari kemiskinan.

‎"Kepemilikan aset dapat menjadi salah satu faktor penentu untuk mengurangi ketimpangan. Tanpa aset produktif yang memadai, masyarakat ekonomi terbawah tidak dapat keluar dari kemiskinan, serta tidak dapat meningkatkan pendapatannya," tutur dia.

(Baca: JK Ungkap Perbedaan RI dan AS Hadapi Ketimpangan )

Selain itu, masyarakat golongan tersebut juga tidak akan bisa memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anaknya. Sehingga, kemiskinan akan terus berlanjut pada generasi selanjutnya.

"Lebih jauh lagi, tanpa aset yang memadai, keluarga rentan tidak dapat berinvestasi yang cukup untuk masa depan anak-anak mereka. Hal demikian akan berulang terus menerus dalam satu siklus dan menjadi lingkaran setan," kata Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved