Rachmat Gobel Ingin Selamatkan Nyonya Meneer dari Kepailitan

Kamis, 10 Agustus 2017 - 12:02 WIB
Rachmat Gobel Ingin...
Rachmat Gobel Ingin Selamatkan Nyonya Meneer dari Kepailitan
A A A
JAKARTA - Pengusaha nasional Rachmat Gobel dikabarkan akan menyelamatkan perusahaan jamu asal Semarang, PT Nyonya Meneer. Perusahaan jamu yang telah berdiri sejak 1919 tersebut saat ini tengah dalam kondisi kepailitan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, dirinya sempat dikabarkan oleh Presiden Direktur PT Nyonya Meneer Charles Saerang bahwa Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia tersebut, akan membantu menyelamatkan Nyonya Meneer. Pembicaraan tersebut terjadi tadi malam, dalam pertemuan antara Rachmat Gobel dengan Bos Nyonya Meneer.

"Begini, saya kan tidak hadir di acara semalam. Tapi memang saya diberitahu sama Pak Charles. Secara teknisnya juga saya tidak tahu. Jadi kalau Pak Rachmat Gobel mau bantu sih bagus saja, menyelamatkan. Tapi secara teknis saya tidak tahu," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Namun demikian, Dwi menyatakan bahwa pengusaha anyar tersebut bukan berniat mengakuisisi Nyonya Meneer. Melainkan membantu untuk merestrukturisasi pembayaran utang.

"Pak Rachmat bukan mengakuisisi. Tapi yang saya baca ya, membantu restrukturisasi pembayaran utang," imbuh dia.

Sehingga, kata dia, Gobel hanya akan membantu Charles membayar utang. Sementara manajemen tetap dikelola oleh Charles.

"Kalau akuisisi kan ambil alih. Tapi kalau ini membantu membayar utang, tapi manajemen tetap dikelola oleh Pak Charles," tuturnya.

Namun demikian, dia menyatakan bahwa permasalahannya saat ini adalah Nyonya Meneer tengah kejar-kejaran dengan waktu. Sebab, pengadilan sudah mulai memproses gugatan kreditur konkuren asal Turisari, Kelurahan Palur Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Hendrianto Bambang.

"Tapi masalahnya ini kan kejaran waktu. Pihak pengadilan kan sudah mulai bekerja. Mereka ada tenggang waktu sampai para kreditur mendaftarkan tagihannya paling lambat kalau enggak salah 21 Agustus. Secara teknis saya belum tau seperti apanya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Industri Jamu...
Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi
Dampak Corona, Perusahaan...
Dampak Corona, Perusahaan Jamu Ini Alami Lonjakan Permintaan
Perpres No. 54 Tahun...
Perpres No. 54 Tahun 2023 Dinilai Bikin Industri Jamu Tambah Perkasa
BPOM Dorong Pengumpulan...
BPOM Dorong Pengumpulan Bukti Empiris Khasiat Jamu Nusantara
Sandiaga Puji Perjuangan...
Sandiaga Puji Perjuangan Bakul Jamu yang Sukses di Tengah Pandemi
Bahan Baku Jamu Masih...
Bahan Baku Jamu Masih Mengandalkan Impor dari China
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved