Penerimaan Pajak di Jawa Tengah Masih 42%

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 01:04 WIB
Penerimaan Pajak di...
Penerimaan Pajak di Jawa Tengah Masih 42%
A A A
SEMARANG - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Jawa Tengah I mengungkapkan penerimaan pajak pada semester I-2017 masih belum tercapai separuhnya dari target.

Hingga bulan Juli 2017, dari target penerimaan pajak sebesar Rp31,6 triliun baru tercapai sekitar 42%. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jateng I, Irawan di Semarang, Jumat (11/8/2017).

"Dari target penerimaan pajak sebesar Rp31,6 triliun, hingga Juli 2017 ini tercapai sekitar 42 persen," sebut Irawan. Menurutnya, dari 42% tersebut, sektor industri menjadi penyumbang potensi pajak terbesar, sekitar 13%.

Meski begitu, Kanwil Ditjen Pajak Jawa Tengah I tetap optimistis hingga akhir tahun 2017 dapat memenuhi target Rp31,6 triliun. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi tentang pajak kepada 1,4 juta wajib pajak yang tercatat di Ditjen Pajak Jateng I. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Pajak Bertutur” sebagai upaya menanam kesadaran terhadap pentingnya pajak sejak usia dini.

Menurut Irawan, perlunya kesadaran generasi muda dalam membayar pajak untuk mendukung pembangunan di Indonesia. "Tingkat kepatuhan pajak hingga sekarang sekitar 70%. Dan harapannya melalui kegiatan 'Pajak Bertutur' ini bisa seperti bola salju, meningkatkan kesadaran membayar pajak," kata Irawan.

Pihaknya pun ingin semua wajib pajak sadar membayar dan melaporkan pajaknya. Dan wajib pajak perlu tahu dan memahami pentingnya membayar pajak. Karena uang pajak ini juga akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur hingga pelayanan berbagai sektor.

Di sisi lain, Kepala Kanwil DItjen Pajak Jateng I juga mengungkapkan baru 500 ribu wajib pajak yang melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) tahun 2017. Jumlah tersebut dinilai masih sangat minim karena masih banyak wajib pajak yang belum melaporkan SPT-nya.

"Di Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jateng I ada 1,4 juta wajib pajak, namun yang memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak) ada 760 ribu orang dan baru 500 ribu yang melaporkan SPT-nya," sebut Irawan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Jalankan Fungsi Pajak,...
Jalankan Fungsi Pajak, Ekonomi Stabil
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital Per Akhir Maret 2025 Capai Rp34,91 Triliun, Berikut Rinciannya
Diskon Pajak Jumbo Super...
Diskon Pajak Jumbo Super Deduction, Solusi Genjot Ekspor Impor
UMKM dan Pangan: Isu...
UMKM dan Pangan: Isu Kuat Ekonomi 2023
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
1 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
1 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
2 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
3 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved